Home » Boga » Mi Aceh

Mi Aceh

Mie kepiting.

Mi kepiting. Foto-foto: Diu Oktora.

Banda Aceh sudah tidak asing buat saya. Untuk kepentingan peliputan dari Jakarta, saya sudah mendatangi ibukota Aceh ini berkali-kali. Namun, kali ini kedatangan saya bukan untuk peliputan. Menjelang akhir 2009, bersama suami, saya datang untuk mengenalkan pada putra pertama kami tentang kampung halamannya. Suasana menjadi jauh lebih santai. Dan saya memiliki waktu untuk menikmati kota atau hidangan khas Aceh; sesuatu yang dahulu harus saya lakukan terburu-buru ditengah padatnya pekerjaan.

Di Banda Aceh, ada satu jenis kuliner yang selalu menggoda perhatian saya. Ya, mi Aceh namanya, dan yang menjadi favorit saya adalah mi kepiting. Salah satu tempat “jempolan” yang menjual mi kepiting adalah di kedai Mi Razali. Kedai yang terletak di Jalan Panglima Polim ini setiap harinya ramai dikunjungi pembeli. Di sini orang tidak hanya memburu mi kepiting, tetapi juga versi lain, seperti mi udang, daging, atau seafood.

Mi Aceh dapat dicicipi dengan dua cara, yakni digoreng atau direbus alias menggunakan kuah. Untuk rasa, Anda bisa memilih sendiri, apakah ingin pedas atau tidak. Mi kepiting biasanya disantap ketika masih hangat, tentu dengan tak melupakan emping dan acar bawang merah sebagai pendamping santapan. Dengan menyantap mi kepiting, Anda akan merasakan rempah-rempah khas Aceh secara kental. Rempah-rempah ini tidak hanya terasa di setiap helai mi, tetapi juga saat Anda menyantap daging kepitingnya.

Harga satu porsi mi kepiting sepertinya relatif mahal, yaitu Rp 28 .000. Meski demikian, harga itu menjamin kepuasan Anda saat menikmati mi kepiting.

Nah, jika Anda ingin mencoba memasak sendiri mi aceh di rumah, berikut resep lengkap mi Aceh:

Mie Kepiting.

Mi kepiting.

Bahan:

  • 400 gram mi basah/kuning
  • 750 mililiter kaldu sapi
  • 150 gram udang basah, bersihkan, buang kulitnya
  • 150 gram daging kambing/sapi, potong dadu
  • 1 ekor kepiting
  • 1 buah tomat, potong dadu
  • 4 siung bawang putih, iris tipis
  • 3 siung bawang merah, iris tipis
  • 60 gram tauge, siangi, buang buntutnya
  • 100 gram kol, iris tipis
  • 1 sendok teh cuka
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 1 sendok makan seledri, iris halus
  • 2 sendok teh garam
  • Merica secukupnya
  • 3 sendok makan minyak goreng

Bumbu halus:

  • 5 buah bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 4 buah cabai merah, buang bijinya
  • ½ sendok makan bubuk kunyit
  • 4 butir kapulaga
  • 1 sendok teh jinten, sangria
  • 1 sendok teh lada butir

Pelengkap:

  • Emping goreng
  • Acar mentimun
  • Irisan bawang merah

Cara membuat:

  1. Tumis bawang merah iris, bawang putih iris, dan bumbu halus hingga harum. Masukkan daging, aduk dan masak hingga daging berubah warna. Lalu tambahkan udang, kepiting, dan tomat, dan aduk rata.
  2. Masukkan kaldu, seledri, daun bawang, garam, dan cuka. Masak hingga daging matang dan air berkurang sambil sesekali diaduk.
  3. Masukkan kol dan tauge, dan aduk rata. Kemudian tambahkan mi dan kecap manis. Aduk hingga semua bahan tercampur rata dan matang. Lalu angkat.
  4. Sajikan panas-panas dengan acar mentimun dan emping goreng.

Ya, dan mi Aceh pun siap disantap. Jika Anda belum pernah mencicipinya, maka cobalah. Ia akan mampu menggedor imajinasi Anda pada makanan.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)

Short URL: http://www.lenteratimur.com/?p=1432

Posted by on Dec 18 2009. Filed under Boga. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Comments with Facebook

5 Comments for “Mi Aceh”

  1. Wah bener nih, jadi pingin ke Banda Aceh lagi ngerasain mie bang Razali.

    Hmmm… nikmatnya masih terasa sampai saat ini. Waktu ke Medan kemarin pingin mampir di titi bobrok juga gak kesampaian. Nasib.. nasib…

    Salam kangen kuliner Aceh.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Saya pengunjung setia wisataloka. Mbak Diu suka jalan-jalan ya. Aku seneng liat tulisan-2 mbak diu menginspirasi aku dan temen-2.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Enaknya mie razali sedikit pedas seleranya tumis, maknyues, uenak ee
    jadi balik ke nanggroe lagi ne mencicipi mie Aceh.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Ya ampuun, itu kepitingnya mempesona! Tadinya saya suka makan mie Aceh di Jakarta. Tapi setelah makan mie razali di Aceh, pingin lagi & lagi. Eh, ini ada resepnya… Lumayan buat dicoba2.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. Wuuuahhh.. Slrup.. Jadi kangen kampung halaman.. Saya juga sering coba mie razali, setiap pulang ke Aceh.. Tapi pulang lebaran kemarin saya menemukan tempat baru yang sangat sederhana tapi rasanya melebihi mie razali, yaitu mie abi… sebelah kiri jalan ke arah ulee kareng pas setelah pasar berawe.. Lets try deh.. Enaknya luar biasa, semuanya pas….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Or Usual Comment

Radio Lentera Timur

Winamp Windows Media Player iTunes VLC BlackBerry Real One Android iPhone

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License. Lentera Timur.