Kosmopolitan di Banten Lama
Potret Tuesday, January 12th, 2010Berwisata ke Banten Lama, Banten, seperti meluncur dalam terowongan waktu. Serangkaian peninggalan sejarah tempat ini seperti menyihir saya, seperti menyeret saya menuju kehidupan pada ratusan tahun lalu. Di sini Banten tampak sebagai kawasan kosmopolitan; pengaruh Eropa/Belanda, China, dan Arab mewarnai situs-situs yang ada. Situs-situs ini banyak ragamnya. Mulai dari warisan sejarah hingga yang mengandung unsur spiritual.
Kunjungan saya dimulai dari Keraton Kaibon. Ini adalah istana yang didirikan oleh Sultan Muhammad Syafiuddin (1809-1813) namun dihancurkan oleh Jenderal Belanda, Daendels. Begitu juga dengan Benteng Speelwijk yang dahulu merupakan benteng Kesultanan Banten (1684-1685) namun dihancurleburkan dan dinamakan sesuai dengan gubernur jenderal Hindia Belanda yang saat itu sedang memerintah, Cornelis Speelman.
Kemudian ada juga Vihara Avalokitesvara yang sering disebut Klenteng Dewi Kwan Im. Ini juga sebuah kompleks vihara bagi keturunan Tionghoa yang sungguh terawat dengan baik. Nuansa spiritual juga menyeruak dari Masjid Agung Banten Lama yang didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570). Masjid ini diarsiteki oleh seorang China, Cek Ban Cut.







Terus lestarikan, demi anak cucu kita…