Home » Lentera TV » Jawa Melihat Indonesia

Jawa Melihat Indonesia

Get the Flash Player to see the wordTube Media Player.

Setelah Fadhal Alhamid dari Papua dan Rinto Taib dari Ternate, Purwadi dari Jogjakarta menjadi pembicara berikutnya dalam Dialog Pemuda Nasional bertajuk “Menyoal Identitas Kebudayaan Indonesia”. Pada acara yang berlangsung saat Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2010, di Gedung Joang 45, Jalan Menteng 31, Jakarta Pusat tersebut, dosen yang juga penulis banyak buku-buku kebudayaan dan sejarah Jawa ini memaparkan bagaimana konsep identitas nasional secara teoritis.

Pada suatu kesempatan, Purwadi merespon pemaparan yang disampaikan Fadhal, mengenai ketidakadilan yang terjadi di Papua. Menurutnya, wacana di Papua itu ibarat kucing yang dilihat seperti harimau.

“Wah takut saya… itu harimau. Padahal kucing. Termasuk Papua. Sebetulnya (yang terjadi di Papua) itu masalah-masalah kecil. Tapi kalau terus dilihat, oh begitu begitu buas, begitu menakutkan…. (Padahal) Tidak… tidak.”

“Saya itu setiap hari,” lanjut Purwadi, “lihat berita kok (melulu) gegap gempita. Tapi saya tenang-tenang saja, ayem tenterem sendiri. Jadi memang tidak ada masalah di Indonesia itu.”

Saat Purwadi mengatakan hal tersebut, Fadhal tersinggung. Memasuki sesi dialog, Fadhal mengutarakan kekecewaannya.

“Bahwa (pernyataan) tidak ada masalah (dan bersifat kecil di papua) itu sesuatu yang sangat menyakitkan buat kami. Bagaimana ribuan orang mati dibunuh, tambang dikuras, pencemaran lingkungan yang begitu besar, kemudian tanah-tanah rakyat itu dirampas, sekian banyak orang diperkosa, dibunuh… dan (dan disebut) tidak apa-apa begitu.”

Kemudian Fadhal ingat dengan sosok petinggi di Orde Baru, dan menyamakan Purwadi dengan petinggi tersebut.

“Ali Murtopo itu dulu pernah bilang, yang kami inginkan dari Papua bukan manusianya, tapi tanahnya, kekayaannya. Dan perkataan Pak Purwadi itu semakin menyakitkan saya, bahwa apa yang dikatakan oleh Ali Murtopo itu memang benar.”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)

Short URL: http://www.lenteratimur.com/?p=2042

Posted by on Jul 9 2010. Filed under Lentera TV. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Comments with Facebook

2 Comments for “Jawa Melihat Indonesia”

  1. setuju dgn didar, ilmunya dari literatur doang, sy di Timika kok tdk merasakan yg dibilang Fadhal, pdhl sy masyarakat biasa dan berbaur dengan masy. asli.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Lagian, Purwadi kok dijadikan narasumber. Saya kalau lihat bukunya Purwadi cukup baca satu bukunya saja, sudah mewakili buku-buku yang lainnya yang dia tulis. Artinya, wawasan dia, meskipun dia Doktor, tidak semenggambarkan gelarnya. Nanti-nanti yah jangan dia yang jadi narasumber.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Or Usual Comment

Radio Lentera Timur

Winamp Windows Media Player iTunes VLC BlackBerry Real One Android iPhone

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License. Lentera Timur.