Home » Potret » Horor di Lawang Sewu

Horor di Lawang Sewu

Lawang Sewu berarti “pintu seribu”. Demikianlah masyarakat setempat menjuluki gedung berpintu banyak yang terletak di salah satu sisi Bunderan Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, ini.

Berdiri sejak 1907, bangunan ini tampak megah dan indah menjelang malam. Namun dibalik kemegahannya, tersimpan cerita seram dari sejarah yang kelam. Menurut penuturan sang penjaga, sekaligus pemandu lepas yang rela dibayar ala kadarnya, ruangan besar di lantai tiga, yang dihiasi besi baja sebagai penyangga, pernah dipakai sebagai tempat pembantaian orang-orang Indonesia semasa pendudukan Jepang.

Karena keangkerannya, gedung ini sering dijadikan lokasi pembuatan film beraroma mistik. Sebagai bangunan tua bersejarah, Lawang Sewu juga kerap dikunjungi orang dari berbagai daerah. Inilah destinasi wisata horor yang memuat sejarah kekejaman Jepang.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)

Short URL: http://www.lenteratimur.com/?p=1258

Posted by on Nov 24 2009. Filed under Potret. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Comments with Facebook

13 Comments for “Horor di Lawang Sewu”

  1. Kok gak kelihatan horornya???

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Lebih “MENYERAMKAN”… kalau gedung ini berubah jadi MALL…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Bener loh bagus2 sekali saya suka gambar dan cerita yang begini yang banyak mengandung sejarah… Kalau ada lagi boleh deh, he..he.. trims.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Or Usual Comment

Radio Lentera Timur

Winamp Windows Media Player iTunes VLC BlackBerry Real One Android iPhone

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License. Lentera Timur.