Malam Satu Suro
Featured, Potret Friday, November 16th, 2012Di Yogyakarta, malam satu Suro dilakukan dengan mengadakan ritual ‘Mubeng Beteng Keraton’ atau berjalan tanpa bicara mengelilingi Keraton Yogyakarta.
Di Yogyakarta, malam satu Suro dilakukan dengan mengadakan ritual ‘Mubeng Beteng Keraton’ atau berjalan tanpa bicara mengelilingi Keraton Yogyakarta.
Warga yang dibekap gelap ini hanya bisa menyaksikan cahaya benderang dari lubang-lubang tambang yang terus dikeruk selama 24 jam.
Secara tradisional, bendera yang terdiri dari tiga warna ini, kuning, merah, hitam, harus tersusun sejajar. Ini menyiratkan makna berdiri sama tinggi, duduk sama rendah.
Di sini ada patung tanpa kepala yang memegang kemaluannya. Ini adalah perwujudan bahwasanya jika si laki-laki tidak bisa melakukan tanggung-jawab tersebut, sudah selayaknyalah dia tidak menikah dan “menyenangkan dirinya sendiri”.
Saat menginjakkan kaki di kaki Gunung Merapi, kita seolah-olah berada di dua alam yang berbeda; tanah tandus di sekitar Merapi dan hijaunya alam di pegunungan Merbabu.
Di tempat ini mungkin sudah banyak usia yang berakhir dan bayi yang terlahir. Bahkan, mungkin telah pula tercipta adat atau budaya yang tumbuh.
Kapal Motor (KM) Tidar melaju tanpa henti di laut yang bergelombang. Dari Surabaya, ia mengarungi Laut Jawa dan Selat Makassar untuk berlabuh di Makassar, Pare-Pare, Balikpapan, Tarakan, hingga Nunukan. Dan begitu sebaliknya.
Setelah disemayamkan di Candi Mendut, air berkat dan api suci diarak sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju Candi Borobudur.
Majalah “Pengawal” diterbitkan oleh Djabatan Propaganda dan Penerangan Barisan Pengawal Negara Sumatera Timur.
Setiap tahun, wilayah Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo terpaksa mendapat kiriman ’air coklat’ dari kawasan ini. ’Air coklat’ itu adalah longsor, limbah, juga banjir.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.
Lentera Timur.