Home Peristiwa

Peristiwa

G30STM

Redaksi
0
Pada 30 September 2019, untuk kesekian kalinya para pelajar Jakarta (umumnya dari STM) beserta mahasiswa dan masyarakat terlibat baku hantam dengan kepolisian. Maksud massa melakukan aksi sendiri tidaklah tunggal. Peristiwa ini terjadi menjelang pergantian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Sultan Nyerupa Punya Cerita

Amuk – Menuju Ujung Pemilu 2019

Redaksi
0
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia menyampaikan hasil penghitungan untuk calon presiden dan wakil presiden pada 21 Mei 2019 dini hari. Di hari itu pula meletus kerusuhan yang cukup berat, yang berlanjut pada keesokan harinya. Pemilu RI 2019 yang tidak damai ini didahului oleh tidak mulusnya deklarasi damai pemilu yang diselenggarakan pada 29 September 2018.

Akar Melayu Muslim Negarawan

Redaksi
0
Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI yang juga pendiri Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), memberikan makna atas apa yang disebut konsep “muslim negarawan”. Di sini ia merujukkan pengertiannya pada Melayu yang akar peradaban dan kebudayaannya inhern dengan Islam. Pandangan ini dikemukakannya pada Muktamar KAMMI X di Medan pada 15 Desember 2017. Sebelumnya, ia juga […]

Dari Sumbawa untuk Indonesia (Muhibah Fahri Hamzah)

Lembah Peradaban Dea Malela

Redaksi
0
Melentur buluh biarlah dari rebungnya. Mendidik anak biarlah semasa kecilnya. Dengan mengambil nama salah satu penyebar Islam di Afrika Selatan yang berasal dari Gowa-Sumbawa, Dea Malela, Prof. Din Syamsuddin mempelopori berdirinya sebuah tempat pendidikan. Berlokasi di Olat Utuk, Pamangong, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, tempat pendidikan Islam ini diberi nama Pesantren Modern Internasional Dea Malela.

Memandang Syekh Zainuddin As Sumbawi (Bedah Buku)

1946 (trailer)

Redaksi
0
1946 adalah masa kelam bagi Sumatera Timur. Di tahun itu, sejak Maret, lonceng kematian berdentang-dentang. Penyerangan dan pembantaian dilakukan secara terencana dan sistematis. Umat kehilangan pimpinan-pimpinannya, kaum kehilangan kepala-kepalanya. Mulai dari sultan-sultan, cerdik-cerdik pandai, para petinggi, hingga masyarakat umum. Orang-orang terbujur kaku. Adab mati, hati tak lagi bernadi.

Bincang Film #1946 – Ustadz Tengku Zulkarnain