Serdadu Kumbang, Sengatan dari Tana Samawa
Featured, Layar, Nukilan Thursday, June 23rd, 2011“Pendidikan macam apa yang kalian cita-citakan? Saya tidak bangga kalau cucu saya cerdas di kepala tapi tidak cerdas di dalam hati.”
“Pendidikan macam apa yang kalian cita-citakan? Saya tidak bangga kalau cucu saya cerdas di kepala tapi tidak cerdas di dalam hati.”
“Kalian tidak akan bisa bertahan satu minggu tanpa kami,” ujar Major Van Gaartner. “Muslim, Kristen, Katolik, Protestan, Hindu, Java, Bali, Batak, China…. Kalian akan saling membunuh.”
Alih-alih menjawab, Dahlan justru memainkan biolanya. Nadanya begitu indah. Semua menjadi terdiam. Mata-mata terpejam. Usai itu, ia mengatakan inilah agama. Indah. Damai. Tenteram.
Sebuah helikopter melayang-layang di udara. Seorang tua kulit pucat bersama seorang muda Timor panik. Tak lama keduanya berlari tak karuan. Helikopter itu mulai memberikan tembakan-tembakan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.
Lentera Timur.