Hikayat Negara Depok
Featured, Nukilan, Pustaka Wednesday, January 11th, 2012Jika keruntuhan Athena ditandai oleh perang Peloponnesia, maka runtuhnya kedaulatan Depok sebagai city state ditandai oleh Gedoran.
Jika keruntuhan Athena ditandai oleh perang Peloponnesia, maka runtuhnya kedaulatan Depok sebagai city state ditandai oleh Gedoran.
Penulis bagai seorang nasionalis yang membawa sekian harapan dan gagasan keindonesiaan dari Pulau Jawa namun berselisih dengan apa yang terpandang dan terasakan.
Status sosial yang tinggi akan selalu diiringi oleh kewajiban dengan konsekuensi risiko yang tak kalah tinggi.
“Pendidikan macam apa yang kalian cita-citakan? Saya tidak bangga kalau cucu saya cerdas di kepala tapi tidak cerdas di dalam hati.”
Sejarah orang Bajo diwarnai perpisahan yang menyakitkan dengan daerah asal mereka.
Seluk beluk akad, asas kebebasan berkontrak, hal-hal yang merusak, keadaan suka sama suka, atau hak pilih konsumen adalah seperangkat konsep yang dibidik Soffa guna merumuskan fikih perlindungan konsumen.
“… lambang sedih tentang betapa tak bisa dipertemukannya masa lampau Melayu dengan masa depan Indonesia.”
“Kalian tidak akan bisa bertahan satu minggu tanpa kami,” ujar Major Van Gaartner. “Muslim, Kristen, Katolik, Protestan, Hindu, Java, Bali, Batak, China…. Kalian akan saling membunuh.”
Alih-alih menjawab, Dahlan justru memainkan biolanya. Nadanya begitu indah. Semua menjadi terdiam. Mata-mata terpejam. Usai itu, ia mengatakan inilah agama. Indah. Damai. Tenteram.
Sebuah helikopter melayang-layang di udara. Seorang tua kulit pucat bersama seorang muda Timor panik. Tak lama keduanya berlari tak karuan. Helikopter itu mulai memberikan tembakan-tembakan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.
Lentera Timur.