Nazar yang Tak Mengakar
Featured, Kasatmata Monday, February 13th, 2012“Dia sendiri kan bukan orang Jember. Orang sini mana ada yang kenal sama Nazar.”
“Dia sendiri kan bukan orang Jember. Orang sini mana ada yang kenal sama Nazar.”
Provokasi melalui medium komunikasi visual untuk menegaskan relasi antar dua entitas; Ngajogjakarta dan Republik Indonesia.
“Siapa yang bisa jamin Papua akan merdeka atau Indonesia ini masih akan ada dua puluh tahun ke depan? Jadi mari, kita dialog dulu.”
Dimensi kebudayaan dari kemelut Papua tidak saja berakar pada tidak diakuinya simbol-simbol kebudayaan masyarakat adat Papua, tetapi juga pada benturan kebudayaan masyarakat adat dengan modernisasi yang sudah didera sejak lama.
Meski kehidupan masyarakat pesisir tak kunjung membaik, jumlah pinjaman dana pemerintah Indonesia pada Bank Pembangunan Asia dan Bank Dunia pada kenyataannya terus meningkat.
Meski tak mendapat perhatian dan kesempatan tumbuh yang sama, Sri percaya bahwa selagi masih ada anak muda yang mau mendalami musik patrol, kesenian ini takkan punah.
Ratusan tewas, ribuan luka berat dan ringan. Apa yang Anda bayangkan kala membaca data tersebut? Perang? Kena bom? Gunung api meletus? Smong? Bukan. Ini perkara mudik lebaran.
Ada keharusan untuk nekat beradu nyawa dengan ganasnya ombak.
Kepentingan nasib ribuan kerani industri televisi bersiaran nasional beserta pengusahanya atau penguatan dan keadilan bagi identitas-identitas yang menyangga sebuah negeri raksasa bernama Indonesia?
Surat terbuka Koalisi Independen untuk Demokratisasi Penyiaran (KIDP) kepada Presiden Republik Indonesia.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.
Lentera Timur.