<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lentera Timur &#187; Tips</title>
	<atom:link href="http://www.lenteratimur.com/category/jelajah/tips/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lenteratimur.com</link>
	<description>Menyigi Identitas Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 May 2013 14:10:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
		<item>
		<title>Tips Berarung Jeram</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/tips-berarung-jeram/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/tips-berarung-jeram/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 12:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arnellis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[arnellis]]></category>
		<category><![CDATA[dayung arung jeram]]></category>
		<category><![CDATA[extreme sport]]></category>
		<category><![CDATA[lenteratimur.com]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[operator arung jeram]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pelampung dan helm]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan arung jeram]]></category>
		<category><![CDATA[sunblock]]></category>
		<category><![CDATA[syarat arung jeram]]></category>
		<category><![CDATA[teknik arung jeram]]></category>
		<category><![CDATA[tips arung jeram]]></category>
		<category><![CDATA[Tips berarung jeram]]></category>
		<category><![CDATA[tips wisata air]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata bahari]]></category>
		<category><![CDATA[wisata Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisataloka.com/?p=1324</guid>
		<description><![CDATA[Apa saja yang harus Anda perhatikan sebelum memulai olahraga arung jeram? Ini tipsnya! Kesehatan, Informasi Awal, Peralatan, Petunjuk, Kacamata, Jenis Pakaian]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1338" class="wp-caption aligncenter" style="width: 583px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2009/12/pilih-dayung.jpg"><img class="size-full wp-image-1338" title="Pilih Dayung" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2009/12/pilih-dayung.jpg" alt="" width="573" height="429" /></a><p class="wp-caption-text">Memilih dayung yang sesuai genggaman. Foto-foto: Arnellis.</p></div>
<p>Musim basah menjadi waktu yang tepat untuk Anda mencoba <a href="http://www.lenteratimur.com/mengarung-di-20-jeram/" target="_blank">arung jeram</a>. Karena mengandung resiko yang cukup berbahaya, kegiatan ini termasuk <em>extreme sport</em> atau olahraga ekstrim. Namun, seorang pemula yang bahkan tak bisa berenang juga bisa mencoba. Berikut adalah hal yang harus Anda perhatikan.</p>
<p><strong>Kesehatan</strong><br />
Syarat utama adalah pastikan Anda sehat. Bawalah obat-obatan pribadi, termasuk plester luka untuk mengobati luka ringan yang kerap terjadi.</p>
<p><strong>Informasi Awal</strong><br />
Pilih operator arung jeram yang sesuai dengan kantong Anda. Carilah info terlebih dahulu tentang biaya dan paket-paket yang ditawarkan. Anda bisa lebih berhemat jika bergabung dalam rombongan besar. Masalah keamanan peserta sudah pasti mereka utamakan. Jadi Anda bisa lebih fokus memilih kenyamanan fasilitas yang disediakan.</p>
<p><strong>Peralatan</strong><br />
Jaket pelampung dan helm harus digunakan dengan tepat. Kencangkan tali-talinya agar pas dengan tubuh atau kepala, tetapi jangan sampai membuat sesak. Kemudian, pilih dayung dan cobalah latihan menggenggam dengan sempurna.</p>
<div id="attachment_1333" class="wp-caption aligncenter" style="width: 580px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2009/12/pilih-jaket-dan-helm.jpg"><img class="size-full wp-image-1333" title="Pilih Jaket dan Helm" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2009/12/pilih-jaket-dan-helm.jpg" alt="" width="570" height="426" /></a><p class="wp-caption-text">Jaket pelampung dan helm untuk keselamatan.</p></div>
<p><strong>P</strong><strong>etunjuk</strong><br />
Sebelum mulai mengarung, dengarkan betul-betul arahan yang disampaikan pemandu. Ia akan mengajari Anda teknik mendayung dalam waktu singkat. Olahraga ini menuntut kekompakan tim, sehingga aba-aba pemandu menjadi acuan penting.</p>
<p><strong>Kacamata</strong></p>
<div id="attachment_1326" class="wp-caption alignright" style="width: 228px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2009/12/dengar-petunjuk.jpg"><img class="size-full wp-image-1326" title="Dengar Petunjuk" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2009/12/dengar-petunjuk.jpg" alt="" width="218" height="289" /></a><p class="wp-caption-text">Mendengar baik-baik petunjuk pemandu saat briefing.</p></div>
<p>Jika menggunakan kacamata, gunakan tali atau <em>strap</em> untuk mencegah Anda jatuh ke air. Sebagai pengganti, operator menyediakan karet gelang. Kacamata gelap bisa menambah gaya Anda saat digunakan dalam cuaca cerah. Namun, kala mendung atau hujan, sebaiknya lepaskan kacamata agar Anda bisa melihat dengan jelas.</p>
<p><strong>Jenis Pakaian</strong><br />
Kenakan pakaian yang nyaman. Pakai kaos lengan panjang atau gunakan <em>sunblock</em> jika tak ingin kulit Anda hitam. Celana pendek mungkin lebih menguntungkan pergerakan Anda selama perjalanan. <em>Legging</em>, celana katun, atau celana parasut, bisa jadi pilihan. Hindari celana berbahan jins agar tak berat saat basah. Terakhir, jangan lupa membawa pakaian ganti komplit, luar dan dalam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/tips-berarung-jeram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkendara ke Luar Kota</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/berkendara-ke-luar-kota/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/berkendara-ke-luar-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 13:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Angiola Harry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[(RPM)]]></category>
		<category><![CDATA[Angiola Harry]]></category>
		<category><![CDATA[city car]]></category>
		<category><![CDATA[engine brake]]></category>
		<category><![CDATA[fuel injection]]></category>
		<category><![CDATA[gear]]></category>
		<category><![CDATA[karburator]]></category>
		<category><![CDATA[lentera timur]]></category>
		<category><![CDATA[otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[rotasi mesin]]></category>
		<category><![CDATA[rotation per minutes]]></category>
		<category><![CDATA[temperatur]]></category>
		<category><![CDATA[tips berkendara]]></category>
		<category><![CDATA[tips berwisata]]></category>
		<category><![CDATA[tips berwisata ke luar kota]]></category>
		<category><![CDATA[Tips mengemudi]]></category>
		<category><![CDATA[tips wisata]]></category>
		<category><![CDATA[TV One]]></category>
		<category><![CDATA[wisata Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Wisataloka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisataloka.com/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[Berkendara ke luar kota tentu mengasyikkan. Banyak pemandangan dan pengalaman yang bisa kita saksikan langsung. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melancong dengan mobil.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukan ahli mesin kendaraan, bukan juga si jago ngebut. Saya hanya ingin berbagi pengalaman mengemudi, baik luar maupun dalam kota, yang efektif dan efisien. Pengalaman ini saya dapat saat melakukan uji berkendara roda empat sewaktu menjadi wartawan <em>desk</em> otomotif.</p>
<p>Untuk menempuh rute luar dan dalam kota, saya menggunakan dua tipe mobil, yakni jenis <em>city car</em> (1.000cc karburator) dan jenis mobil niaga (1.500cc <em>fuel injection</em>). Rute luar kota yang saya uji adalah Jakarta-Karawang Timur, pulang-pergi (pp), pada malam hari, dan dengan melalui jalan tol Cikampek. Kemudian rute dalam kota (kondisi macet) yang saya tempuh adalah berada di Jakarta, yakni jalan Gatot Subroto-Mampang prapatan-Warung Buncit-TB. Simatupang-Pom Bensin Tanjung Barat. Uji coba dalam kota ini dilakukan pada pukul 12.00 WIB.</p>
<p>Hasilnya:</p>
<p>Untuk rute luar kota dengan waktu tempuh dua jam 22 menit, mobil tipe karburator 1.000cc menghabiskan satu liter bensin untuk 15 kilometer (1:15).</p>
<p>Untuk rute luar kota dengan waktu tempuh dua jam 10 menit, mobil tipe <em>fuel injection</em> 1.500cc mengkonsumsi satu liter untuk 16,5 kilometer (1:16,5).</p>
<p>Untuk rute dalam kota dengan waktu tempuh tiga jam 26 menit, mobil tipe karburator 1.000cc menghabiskan satu liter untuk 9 kilometer (1:9).</p>
<p>Untuk rute dalam kota dengan waktu tempuh tiga jam 14 menit, mobil tipe <em>fuel injection</em> 1.500cc menghabiskan satu liter untuk 11 kilometer (1:11).</p>
<p>Nah, dari hasil tersebut, saya ingin berbagi tips berkendara.</p>
<p><strong>Kenali kemampuan mesin kendaraan</strong><br />
Ikuti kemampuan mesin dengan watak/cara berkendara. Jangan sekali-kali dibalik, alias mesin yang dipaksa mengikuti kemauan kita. Jika seperti itu cara mengemudinya, selain akan boros bahan bakar minyak, juga memperpendek umur komponen mesin.</p>
<p><strong>Perhatikan rotasi mesin atau <em>rotation per minutes</em> (RPM)</strong><br />
Jika kendaraan tidak memiliki indikator RPM, maka yang perlu diwaspadai adalah percepatan. Jika tarikan gas tak lagi dapat menambah banyak kecepatan (biasanya mesin bersuara bising, alias ngotot), lebih baik pindahkan gigi. Jika dipaksa, tentu boros bahan bakar dan temperatur mesin akan cepat panas. Biasanya percepatan efektif berada pada angka 3.000 &#8211; 4.000 RPM.</p>
<p><strong>Perhatikan <em>engine brake</em></strong><br />
Ini merupakan hal yang sangat membantu efisiensi. <em>Engine brake</em> yakni memperlambat laju kendaraan dengan hambatan rotasi mesin. Caranya dengan melepas gas sebelum melakukan pengereman. Laju kendaraan akan terhambat. Saat <em>engine brake</em>, mesin secara otomatis akan menyesuaikan penyaluran bahan bakar terhadap rotasi mesin. Namun jangan terlalu ekstrem. Mentang-mentang ingin efisien, kemudian menginjak gas sedalam-dalamnya lalu melepaskannya; atau membiarkan <em>engine brake</em> tanpa menginjak rem/menyeimbangkan dengan menginjak kopling sehingga mesin mati. Hal itu justru akan menyebabkan ketidakefisienan konsumsi bahan bakar, serta membuat tidak nyaman berkendara.</p>
<p><strong>Khusus situasi macet, jaga jarak aman</strong><br />
Tak perlu terlalu dekat jarak moncong kendaraan dengan bagian belakang kendaraan lain. Tujuannya agar kendaraan tidak melaju &#8216;nanggung&#8217; atau melaju dengan jarak terlampau dekat. Perlu diketahui, jika jarak laju &#8220;nanggung&#8221;, kendaraan hanya akan sering mengeluarkan tenaga dorong, dan tentu boros bahan bakar. Sedangkan jika jarak laju optimal, maka berat kendaraan akan membantu percepatan kendaraan.</p>
<p><strong>Jaga emosi</strong><br />
Biasanya, karena tak ingin diserobot mobil lain, maka yang dilakukan adalah memainkan kombinasi gas-kopling dan rem. Selain beresiko tinggi terjadi senggolan, tentunya akan boros bahan bakar. Jauh lebih baik jika gigi (<em>gear</em>) berada pada posisi netral saat berhenti lama.</p>
<p><strong>Perhatikan kecepatan</strong><br />
Ini sangat penting untuk memprediksi rintangan di depan kendaraan kita. Selain demi keselamatan kita dan orang lain, juga terhindar dari kejaran pak polisi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/berkendara-ke-luar-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelesir Mendebarkan ala Backpacker? Coba Yuk!</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/pelesir-mendebarkan-ala-backpacker-coba-yuk/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/pelesir-mendebarkan-ala-backpacker-coba-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 19:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yana Haudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Backpacker]]></category>
		<category><![CDATA[budget kecil]]></category>
		<category><![CDATA[lentera timur]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi backpacker]]></category>
		<category><![CDATA[menjelajah alam]]></category>
		<category><![CDATA[ransel]]></category>
		<category><![CDATA[tips berwisata]]></category>
		<category><![CDATA[tips jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[uang saku pas-pasan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Wisataloka]]></category>
		<category><![CDATA[Yana Haudy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisataloka.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Tips menjadi petualang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Backpacker terkenal sebagai wisatawan yang bepergian dengan ransel besar, tidur di hotel murah, dan memilih transportasi seadanya untuk mencapai tujuan. Backpacker juga dikenal nekat karena berani pelesir ke suatu tempat dengan uang saku pas-pasan. Tapi, sebenarnya tidak semua backpacker membawa uang minim.</p>
<p>Kalau biasanya kita mempersiapkan banyak hal semaksimal mungkin sebelum pergi ke tempat wisata, lain halnya dengan para backpacker. Bagi kalangan ini, selain tempat tujuan, aspek yang memikat adalah perjalanan itu sendiri. Meski jauh dari kenyamanan pesawat Airbus A380, misalnya, petualangan itu menjadi sesuatu yang dinikmati sepenuh hati.</p>
<p>Untuk menikmati wisata “penuh petualangan” ini, Anda pun harus mencoba gaya backpacker. Tapi, agar tak uring-uringan selama berpelesir, ada hal-hal yang patut diketahui sebelum Anda mencobanya.</p>
<p><strong>Hitung Budget</strong><br />
Jika biasanya Anda menghabiskan, sebutlah, Rp 5 juta untuk pergi ke Lombok, para backpacker hanya butuh Rp 1 juta. Bawalah uang secukupnya. Dan jika berani, Anda bahkan tak perlu membawa kartu kredit.</p>
<p><strong>Siapkan Receh</strong><br />
Untuk memudahkan pembayaran transportasi dalam mencapai tempat tujuan wisata, Anda perlu menyiapkan uang pecahan Rp 1000 sampai Rp 10.000 dalam saku. Ingin naik taksi atau sewa mobil? Boleh saja, tapi biasanya backpacker justru ingin naik angkutan umum demi terasahnya jiwa “petualang”. Di sini, Anda jangan pernah malu untuk bertanya kepada penduduk setempat. Sebab itulah jalan keluar agar Anda mengetahui rute bus atau angkutan umum di suatu daerah yang belum dikenal.</p>
<p><strong>Siapkan Ransel</strong><br />
Agar tidak mengalami cedera punggung, Anda sebaiknya menggunakan ransel yang seukuran punggung. Usahakan tidak lagi membawa tas tenteng atau tas cangklong karena akan sangat merepotkan. Taruh semua keperluan dalam ransel tersebut. Tas kecil selempang masih diperkenankan, meski jarang backpacker membawa tas lagi selain ransel.</p>
<p><strong>Pakai Sandal Gunung</strong><br />
Jika tidak biasa memakai sandal gunung, pakailah sepatu sneaker daripada kets, karena lebih nyaman dipakai berjalan.</p>
<p><strong>Bawalah Kaos (<em>T-shirt</em>)</strong><br />
Daripada kemeja atau polo shirt, Anda sebaiknya mengenakan kaos atau t-shirt karena lebih nyaman di segala keadaan. Tidak perlu bawa banyak baju dan celana. Backpacker yang sesungguhnya biasanya hanya membawa maksimal dua celana gunung (celana berkantong banyak) dan 5-6 potong kaos dalam ranselnya untuk perjalanan selama seminggu. Lebih baik membawa pakaian dalam lebih banyak dari pakaian luar.</p>
<p><strong>Siapkan Peralatan Mandi</strong><br />
Anda akan menginap di hotel murah atau losmen yang tidak menyediakan peralatan mandi untuk tamunya. Jadi, pastikan Anda membawa peralatan mandi sendiri agar tak repot membeli.</p>
<p><strong>Bawa Air Minum dalam Kemasan</strong><br />
Untuk keleluasaan, sebaiknya Anda menyiapkan air minum kemasan ukuran kecil yang mudah di taruh di kantong luar ransel. Anda akan melakukan perjalanan dengan gonta-ganti angkutan umum. Air minum sangat berguna supaya tidak repot mencari supermarket saat Anda kehausan.</p>
<p><strong>Siap Istirahat dan Makan Dimana Saja</strong><br />
Untuk beristirahat di tempat yang murah dan mengenyangkan, carilah hotel kelas melati. Kalau bersedia, tidurlah di youth hostel atau losmen. Carilah makan di warung-warung pinggir jalan supaya hemat, tapi Anda tetap harus mengutamakan kebersihan. Jangan berpikir makan di restoran karena akan menguras budget.</p>
<p>Dan sebelum memulai wisata ala backpacker ini, yang terutama harus Anda siapkan adalah keberanian. Berani bertanya, berani menikmati fasilitas minim, berani tidak boros, berani tidak gengsi, dan berani-berani lainnya. Buat Anda yang biasa menenteng koper dan tidur di hotel berbintang, cobalah sesekali berwisata ala backpacker. Pengalaman wisata Anda dijamin akan makin berkesan.</p>
<p>Jadi, selamat berpetualang!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/pelesir-mendebarkan-ala-backpacker-coba-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
