Posted by Wan Ulfa Nur Zuhra
Featured, Jejak
Tuesday, March 19th, 2013
Maret 67 tahun silam, pembunuhan dan perampokan besar-besaran terjadi di tanah Sumatera Timur. Tragedi berdarah itu dikonstruksi sedemikian rupa dan digaungkan sebagai sebuah ‘revolusi sosial’.
Posted by Anshari Dimyati
Featured, Jejak
Friday, January 25th, 2013
Apakah semua hasil-hasil pembicaraan-pembicaraan, termasuk pula UUD Sementara, diadakan melulu dengan maksud untuk selekas-lekasnya meniadakan atau memutuskan segala persetujuan yang telah tercapai itu?
Posted by Arif Budiman
Featured, Jejak
Wednesday, January 2nd, 2013
Kedua negeri memiliki sekian kesamaan yang membumi, seperti pakaian adat, bentuk rumah adat, upacara adat, pola keturunan dari garis ibu, musik, warna kebesaran, serta makanan macam rendang.
Posted by Fajar Riadi
Featured, Jejak
Thursday, December 27th, 2012
Hanja ada aliran jang “unitarist” dan aliran “federalist”, jang dengan moedah dapat diartikan aliran “kesatoean” dan aliran “persatoean”.
Posted by Tengku Fahrizal Mochrin
Featured, Jejak
Wednesday, December 19th, 2012
Berkembangnya dunia pendidikan menjadikan Langkat sebagai salah satu tujuan utama orang dari berbagai negara/kesultanan untuk mencari ilmu.
Posted by Donald Qomaidiansyah Tungkagi
Featured, Jejak
Wednesday, December 12th, 2012
Di balik pesona danau ini, tersimpan cerita sengketa perbatasan yang melibatkan dua wilayah bertetangga: Bolaang Mongondow dan Minahasa.
Posted by Rivon Paino
Featured, Jejak
Monday, December 10th, 2012
Yang diperlukan adalah mengaitkan bahasa Gorontalo dengan teknologi modern yang sehari-hari digunakan generasi muda.
Posted by Fajar Riadi
Featured, Jejak
Wednesday, November 7th, 2012
“Ini lebih ke pertemuan antara dua kultur yang jika bertemu berpotensi terjadi segregasi.”
Posted by Fajar Riadi
Featured, Jejak
Friday, November 2nd, 2012
Koleksi perjanjian dagang dan militer Inggris dengan negara-negara Asia, terbit 1862.
Posted by Tengku Muhammad Dicky
Featured, Jejak
Tuesday, October 23rd, 2012
Setelah bulat keputusan Sultan, Muhammad Dalik pun dititah menghadap. Dia lalu dikaruniakan gelar “Tuanku Panglima Gotjah Pahlawan”.