Kala Orang Minang Berganti Nama
Eksklusif Monday, July 16th, 2012“Dari nama itu nampak sekali Minang yang kalah tadi. Nah, kalau mereka masuk sekolah-sekolah yang dikuasai pusat, susah dan sangat diseleksi.”
“Dari nama itu nampak sekali Minang yang kalah tadi. Nah, kalau mereka masuk sekolah-sekolah yang dikuasai pusat, susah dan sangat diseleksi.”
Presiden ganti presiden, kondisi rakyat tetap sama. Saya pikir, kita harus berani memandang lebih jauh. Barangkali masalah mendasar bukan sekedar ganti supir.
Bagaimana cara supaya orang Indonesia tak jadi pelaut lagi? Jadikan dia petani. Suruh dia menanam tanaman yang bisa dijual penjajah di Eropa. Jadi yang menjajah mereka, yang menanam kita, tapi yang menguasai laut mereka.
Jika saya menjadi pemerintah, saya akan membuat regulasi yang mewajibkan penyelenggaraan kesenian musik tradisi di setiap hotel, restoran, tempat-tempat hiburan, dan sebagainya, minimal satu kali satu minggu.
Teuku Rifnu Wikana dianggap cukup baik memerankan tokoh Dayan, pejuang asal Bali, dalam film “Merah Putih”. Penghayatannya tertuang dalam percakapan dan aksi laga yang cukup memukau.
Film Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji saya anggap sebagai salah satu sekuel saja dari kebesaran tokoh Raja Ali Haji. Perlu dipikirkan untuk mengangkat hal-hal yang lebih mendalam seperti pemikiran-pemikirannya dalam “Gurindam 12″; termasuk yang melatarbelakangi lahirnya karya itu.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.
Lentera Timur.