Posted by Ester Pandiangan
Boga, Featured
Saturday, January 26th, 2013
Menurut yang sudah pernah mencoba level ‘pedas mampus’, rasanya memang benar-benar bikin mampus! Tak ada lagi enaknya. Yang ada cuma rasa pedas yang amat sangat. Macam menggelegak.
Posted by Wan Ulfa Nur Zuhra
Boga, Featured
Wednesday, January 9th, 2013
Ada yang menyebutnya ‘Susu Batak’, ada pula yang memberinya nama ‘jungle juice’, tapi tuak adalah nama populernya. Ia sejenis minuman beralkohol dari air nira yang dicampur kulit Pohon Raru.
Posted by Ester Pandiangan
Boga, Featured
Friday, December 21st, 2012
Tan Ek Tjoan menggunakan tiga buah simbol sebagai logo tokonya, yakni gandum, terompet, dan mahkota. Masing-masing memiliki makna.
Posted by Nuran Wibisono
Boga, Featured
Saturday, November 3rd, 2012
Ia menjadi unik di tengah masyarakat modern yang makin bergegas, yang makan pun harus terburu-buru. Sumber Hidangan adalah antitesis dari itu semua.
Posted by Rizky Januar
Boga, Featured
Thursday, October 25th, 2012
Tunjang dimasak bersamaan dengan gulai nangka dan disajikan bersamaan dengan ketupatnya.
Posted by Fadil Sumarwan
Boga, Featured
Friday, June 29th, 2012
Dari Medan beli durian, jual petinya di Surabaya. Jika Anda mampir ke Tarakan, jangan lupa beli kapahnya.
Posted by Arman Dhani
Boga
Wednesday, May 16th, 2012
Bagi Torus, lebih baik kedainya tutup dan tak membuat es krim kalau susu segar tak ada.
Posted by Adela Eka Putra Marza
Boga, Featured
Friday, January 13th, 2012
Ada beberapa lokasi sate padang yang pantas untuk direkomendasikan di wilayah yang dikenal dengan nama Tanah Deli ini.
Posted by Arif Budiman
Boga, Featured
Monday, August 22nd, 2011
Kata ‘rendang’ telah tersebut dalam banyak kesusteraan Melayu klasik, salah satunya pada Hikayat Amir Hamzah. Ini membuktikan bahwa rendang telah menjadi kuliner kegemaran kaum Melayu sedari 1550-an.
Posted by Khairil Hanan Lubis
Boga, Featured
Friday, June 10th, 2011
Bagaimana kue tersebut dibawa atau diperkenalkan oleh orang Ambon ke Medan, atau bagaimana ia bisa bernama bika ambon.