Organisasi Advokat dan Federalisme Indonesia

Jika kita mengakui Indonesia itu plural, federalisme adalah konsep tepat untuk kedua organisasi itu. Federal untuk organisasi advokat dan federal untuk organisasi besar seperti Indonesia.

Antara Magnis-Suseno dan Sulastomo

Ada “tangan Tuhan” yang tersembunyi di dalam surat wasiat dari kedua orangtua saya yang “sudah teken mati” mau berlayar dengan kapal laut selama tiga bulan untuk menunaikan ibadah haji.

Sultan Hamid II, Meneroka Akar Perkara Makar

Penggunaan hukum (warisan) Belanda dapat dikatakan amat paradoks karena dalam narasinya Indonesia memposisikan Belanda sebagai musuh.

Tanah dan Harga Diri

Ada cara pandang dalam narasi Jawa yang mengajarkan manusia untuk memperlakukan bumi seperti ibu.

Antara Bogor dan Hamas

Kapan konsistensi dukungan terhadap Papua, Aceh, atau Yogyakarta harus berputar arah kala berjumpa Bogor?

Islam Tanpa Syiah?

Hal yang harus digarisbawahi adalah bahwa Sunni dan Syiah merupakan anak kandung yang absah di dalam Islam.

Revolusi Karbala: Seni Melawan Penindasan

Setiap hari adalah Asyura dan setiap jengkal tanah adalah Karbala.

2011: Catatan di Bawah Lentera

Kita tunggu akan kemana Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin berlabuh, menjadi sebuah onggokan dokumentasi atau pusat yang mencerahkan dan ilham bagi pertumbuhan budaya kita.

Kehendak Hati yang Lain?

Nuklir? Tahukah Dahlan Iskan peringkat orang Indonesia dalam hal kecermatan? Ingatkah dia laboratorium nuklir percontohan yang terletak dekat pemukiman yang sedang bangkit, Bumi Serpong Damai, yang dikenal sebagai BSD City di Tangerang, Banten, bocor beberapa waktu yang lalu?

Menolak Pemilihan Presiden Langsung

Jika kaum pluralis dan multikulturalis, atau yang meyakini bahwa Indonesia beragam dan harus setara, mendukung pemilihan presiden secara langsung, itu tak lain adalah paradoks.

Twitter: LenteraTimurcom

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License. Lentera Timur.