<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lentera Timur &#187; Sumatera Utara</title>
	<atom:link href="http://www.lenteratimur.com/category/agenda/sumatera-utara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lenteratimur.com</link>
	<description>Menyigi Identitas Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 May 2013 14:10:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
		<item>
		<title>25 – 28 Januari 2012, Medan – Pelatihan Jurnalistik “Menulis untuk Kesederajatan&#8221; (I)</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/25-%e2%80%93-28-januari-2012-medan-%e2%80%93-pelatihan-jurnalistik-%e2%80%9cmenulis-untuk-kesederajatan-i/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/25-%e2%80%93-28-januari-2012-medan-%e2%80%93-pelatihan-jurnalistik-%e2%80%9cmenulis-untuk-kesederajatan-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 19:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Laskar Melayu Hang Tuah]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis untuk kesederajatan]]></category>
		<category><![CDATA[multikulturalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan jurnaistik di medan]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan jurnalistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenteratimur.com/?p=5385</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan Jurnalistik “Menulis untuk Kesederajatan” (I). Hotel Cherry Green Medan, 25-28 Januari 2012.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Pelatihan Jurnalistik “Menulis untuk Kesederajatan”(I)</strong><br />
<strong>Hotel Cherry Green Medan, 25-28 Januari 2012</strong><strong></strong></p>
<div id="attachment_5388" class="wp-caption alignleft" style="width: 380px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/01/Poster-Pelatihan-di-Medan.jpg"><img class="size-full wp-image-5388" title="Pelatihan Jurnalistik di Medan" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/01/Poster-Pelatihan-di-Medan.jpg" alt="" width="370" height="555" /></a><p class="wp-caption-text">Pelatihan Jurnalistik &#8220;Menulis untuk Kesederajatan&#8221; (I)</p></div>
<p>Indonesia dibangun dari negeri-negeri yang bergabung untuk satu mimpi baru: kemanusiaan dan kesederajatan. Konstruksi keindonesiaan menunjukkan bahwa masing-masing identitas sebetulnya memiliki hak dan peluang yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Namun, kesetaraan itu kemudian melenyap akibat hadirnya sentralisme di Indonesia.</p>
<p>Azan magrib yang disiarkan oleh stasiun televisi swasta secara luas dari satu titik ke seluruh titik adalah contoh termudah dalam mengendus masih kuatnya sentralisme di Indonesia. Azan itu mengindikasikan suatu pola pikir ihwal adanya penafikan atas adanya keberagaman. Sebaliknya, sebetulnya ia justru menghendaki adanya keseragaman.</p>
<p>Paham sentralisme atau unitarisme ini nyatanya juga turut mengaliri bilik-bilik redaksi media massa yang ada. Tak heran, wacana publik yang muncul melulu menyangkut kelompok tertentu, kawasan tertentu, kepentingan tertentu, dan perspektif tertentu. Dalam pandangan LenteraTimur.com, paham ini memberikan definisi yang cacat atas apa-apa yang penting dan layak untuk disampaikan ke publik. Atas dasar itu, LenteraTimur.com merasa perlu meretas sentralisme dengan gagasan tanding melalui medium media massa pula.</p>
<p>LenteraTimur.com menyelenggarakan sebuah pelatihan jurnalistik yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran  multikulturalisme, yakni sebuah paham yang mengamini prinsip “kau dan aku berbeda, namun kau dan aku setara”. Media massa, dalam pandangan LenteraTimur.com, semestinya dapat memberikan ruang perjumpaan pada tiap-tiap identitas yang berbeda dalam posisi yang sederajat dan kontekstual. Apa-apa yang disebut “nasional” semestinya bersifat “supra lokal”, yakni sesuatu yang berangkat dari bawah, dan bukan sebaliknya. Pun relasi antara lokal dan lokal yang semestinya “duduk sama rendah, berdiri sama tegak”.</p>
<p>Pelatihan ini memungkinkan peserta untuk dapat melakukan peliputan atau penulisan yang kemudian akan dipublikasikan di LenteraTimur.com melalui 12 (dua belas) rubrik yang ada. Rubrik-rubrik tersebut adalah <em>Jejak</em> (eksplorasi sejarah dan kebudayaan); <em>Kasatmata</em> (fenomena sosial-politik aktual berbasis sejarah dan kebudayaan); <em>Jelajah</em> (catatan perjalanan ke kawasan-kawasan yang tak banyak diliput media dan atau dengan perspektif lokal); <em>Eksklusif</em> (dialog dengan tokoh inspiratif); <em>Nukilan</em> (resensi buku dan film); <em>Boga</em> (penelusuran kuliner yang ada di Indonesia); <em>Agenda</em> (jadwal kegiatan komunitas terkait isu sosial-kultural); <em>Lentera Anak</em> (ruang ekspresi keindonesiaan di mata anak); <em>Potret</em> (esai foto); <em>TV Lentera</em> (peliputan/dokumentasi audio-visual); <em>Bernala</em> (opini); dan <em>Sastra</em> (puisi, cerpen, dan naskah drama bertema lokalitas dan marjinalitas).</p>
<p>Dengan pelatihan dan publikasi ini, gagasan jurnalistik berbasis multikulturalisme diharapkan dapat memperkuat posisi dan napas lokalitas atau komunitas di setiap kawasan. Pada saat yang sama, media massa di tingkat lokal juga dapat menyadari kekuatan dan konteks wilayahnya tanpa harus tunduk pada perspektif yang dikeluarkan media massa berklaim nasional. Dengan demikian, perspektif dari pihak-pihak yang selama ini termarjinalkan dapat turut mempengaruhi kebijakan sosial-politik di level lokal dan supralokal, sehingga kebijakan diskrimatif pun dapat terhindarkan.</p>
<p>Pelatihan ini direncanakan untuk terselenggara sepanjang tahun 2012 di lima kota di Indonesia, yakni Medan (Januari),  Gorontalo (Maret), Tarakan (Juni), Atambua (Juli), dan Ternate (November).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Siapa pelatihnya?</strong><br />
1. <a href="http://www.lenteratimur.com/author/martin-aleida" target="_blank">Martin Aleida</a><br />
Sastrawan yang lahir di Tanjung Balai, Sumatera Utara, pada 1943 ini pernah menempuh studi linguistik di Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat. Pria yang juga pernah menjadi jurnalis di sejumlah media massa, di antaranya Majalah Tempo, Jakarta, ini pernah bekerja di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kini, penulis sejumlah buku ini aktif sebagai anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta periode 2009 – 2012 dan menjadi Penasihat Perkumpulan lentera Timur. Di LenteraTimur.com, ia menjadi Redaktur Senior yang juga secara khusus menggawangi rubrik Sastra.</p>
<p>2. <a href="http://www.lenteratimur.com/author/tm-dhani-iqbal" target="_blank">TM. Dhani Iqbal</a><br />
Pria yang lahir di Medan, Sumatera Utara, ini kerap menulis sejumlah esai, feature, dan cerita pendek di sejumlah media massa, di antaranya Harian <em>Kompas</em> (Jakarta), <em>Media Indonesia</em> (Jakarta), <em>Sinar Harapan</em> (Jakarta), Majalah <em>Mata Air</em> (Jakarta), Majalah <em>Tapian</em> (Jakarta), dan <em>Pantau Feature Agency</em>. Beberapa buku juga telah dihasilkannya, seperti novel <em>Sabda dari Persemayaman</em> (Grasindo, Jakarta), <em>Matinya Rating Televisi – Ilusi Sebuah Netralitas</em> (Yayasan Obor Indonesia), <em>Prahara Metodis</em>, dan <em>Jejak Kuliner Indonesia</em> (Perkumpulan Lentera Timur &amp; JNE). Ia melewati kariernya sebagai jurnalis di sejumlah media massa, baik cetak, televisi, dan online, di antaranya Stasiun Metro TV dan Tempo. Kini ia menjadi ketua Perkumpulan Lentera Timur dan Pemimpin Redaksi LenteraTimur.com</p>
<p>3. <a href="http://www.lenteratimur.com/author/soffa-ihsan" target="_blank">Soffa Ihsan</a><br />
Penulis ini lahir di Blora, Jawa Tengah. Beberapa esainya menghiasi halaman-halaman media massa, baik di tanah kelahirannya maupun di Jakarta. Marjinalitas adalah hal yang menjadi fokus pemikirannya selama ini, yang mewujud pada sejumlah bukunya, seperti <em>In The Name of Sex, Santri, Dunia Kelamin, dan Kitab Kuning</em>, <em>Kaum Homoseks Bersatulah</em>, dan <em>The Clash of Ijtihad Fundamentalist and Liberal Muslim</em> (London, Inggris). Kini ia menjadi redaktur di LenteraTimur.com.</p>
<p><strong>Materi apa saja yang diberikan dalam pelatihan?</strong><br />
- Penulisan: “Memberi Makna Pada Sebuah Nasib” (Martin Aleida)<br />
- Jurnalistik: “Arah Angin Jurnalistik” (TM. Dhani Iqbal)<br />
- Marjinalitas: “Salam Pinggiran!” (Soffa Ihsan)<br />
- Lokalitas: “Narasi yang Tak Pernah Tunggal (TM. Dhani Iqbal)</p>
<p>Metode pelatihan yang memberi ruang besar pada diskusi ini terdiri atas perpaduan teori dan praktik. Peserta juga akan dibekali dengan sebentuk diskusi ihwal manajemen media massa.</p>
<p><strong>Siapa saja yang bisa mengikuti pelatihan ini?</strong><br />
Pelajar SMU, mahasiswa, jurnalis, penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat, serta masyarakat umum.</p>
<p><strong>Apa saja yang didapat peserta?</strong><br />
Satu berkas modul pelatihan, konsumsi, dan sertifikat tanpa dipungut biaya.</p>
<p><strong>Dimana lokasi pelatihan?</strong><br />
Hotel Cherry Green, Jalan Sei Martebing No. 11, Medan, Sumatera Utara.</p>
<p><strong>Kapan pelatihan dilakukan?</strong><br />
25-28 Januari 2012.</p>
<p><strong>Berapa jumlah maksimal peserta pelatihan?</strong><br />
Jumlah peserta terbatas, yakni hanya 40 orang pendaftar pertama.</p>
<p><strong>Bagaimana cara mendaftar pelatihan?</strong><br />
Silakan unduh formulir pendaftaran di bawah ini dan kirimkan kembali ke:<br />
<a href="mailto:pelatihan@lenteratimur.com">pelatihan@lenteratimur.com</a> sebelum tanggal 23 Januari 2012.</p>
<p><strong>Siapa yang menyelenggarakan?</strong><br />
Pelatihan ini terselenggara dalam rangka program <a href="http://www.ciptamedia.org" target="_blank">Cipta Media Bersama</a> (Ford Foundation, Wikimedia Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen, dan ICT Watch). Perkumpulan Lentera Timur dengan gagasan “LenteraTimur.com – Menyigi Identitas Indonesia” terpilih sebagai penerima program hibah tersebut.</p>
<p>Dalam pelatihan ini, Perkumpulan Lentera Timur bekerjasama dengan LPM <em>Dinamika</em> IAIN Sumatera Utara, Pers Mahasiswa <em>Suara USU</em>, <em>Smart Magz, </em>dan Laskar Melayu Hang Tuah<em>.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sekretariat</strong><strong>:</strong><br />
Jl. Sawo Manila No. 10<br />
Jati Padang, Pasar Minggu<br />
Jakarta Selatan<br />
Telefon: 021 &#8211; 7819002<br />
Email: pelatihan@lenteratimur.com<br />
Narahubung: Ken Miryam Vivekananda (0813.8571.1047)</p>
<p><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/01/Formulir-Pendaftaran-dan-Kesediaan.doc">Formulir Pendaftaran dan Kesediaan</a></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/25-%e2%80%93-28-januari-2012-medan-%e2%80%93-pelatihan-jurnalistik-%e2%80%9cmenulis-untuk-kesederajatan-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
