<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lentera Timur &#187; Agenda</title>
	<atom:link href="http://www.lenteratimur.com/category/agenda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lenteratimur.com</link>
	<description>Menyigi Identitas Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 May 2013 14:10:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
		<item>
		<title>4 Mei 2013, Jakarta – Diskusi buku Dari Akar Kami Tumbuh: Praktik Terbaik Pendidikan Alternatif</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/4-mei-2013-jakarta-diskusi-buku-dari-akar-kami-tumbuh-praktik-terbaik-pendidikan-alternatif/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/4-mei-2013-jakarta-diskusi-buku-dari-akar-kami-tumbuh-praktik-terbaik-pendidikan-alternatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 12:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Dari Akar Kami Tumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[peluncuran buku]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Sanggar Anak Akar]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Otonom Sanggar Anak Akar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenteratimur.com/?p=7055</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi Buku “Dari Akar Kami Tumbuh: Praktik Terbaik Pendidikan Alternatif” dan diskusi tentang situasi pendidikan di Indonesia, Sabtu (4/5), pukul 19.00 WIB - 21.00 WIB, Kedai Lentera, Jl. Sawo Manila No. 10, Jatipadang, Pasar Minggu Jakarta Selatan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7066" class="wp-caption alignleft" style="width: 301px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2013/05/Dari-Akar-Kami-Tumbuh.jpg"><img class=" wp-image-7066" title="Dari Akar Kami Tumbuh" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2013/05/Dari-Akar-Kami-Tumbuh.jpg" alt="" width="291" height="410" /></a><p class="wp-caption-text">Dari Akar Kami Tumbuh</p></div>
<p>Buku <em>Dari Akar Kami Tumbuh</em> merupakan catatan pengalaman dan pembelajaran selama 17 tahun Sanggar Anak Akar menjalankan model pendidikan alternatif di Jakarta. Dengan kata pengantar dari Prof. Melani Budianta dan pendahuluan oleh Seno Gumira Ajidarma, ia berisi surat-surat yang ditulis rektor Ibe Karyanto kepada anak-anak dan sahabat, tulisan-tulisan para alumni Sanggar, serta anak-anak yang kini masih belajar dan tinggal di Sekolah Otonom Sanggar Anak Akar, Kalimalang.</p>
<p>Bedah buku ini akan membahas model pendidikan alternatif dan relevansinya di tengah situasi pendidikan di Indonesia saat ini. Sebagai salah satu organisasi yang konsisten dalam mengembangkan model pendidikan yang menghargai hak-hak anak, Sanggar Anak Akar ingin mengajak Anda bertukar pikiran dan berbagi gagasan agar pendidikan yang menghargai hak-hak anak dapat terus dikembangkan di tingkat komunitas.</p>
<p>Oleh sebab itu, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, kami mengundang saudara/i untuk datang pada:</p>
<p><strong>Bincang Malam Minggu</strong></p>
<p><strong>Acara</strong><br />
- Diskusi Buku “Dari Akar Kami Tumbuh: praktik terbaik pendidikan alternatif” dan diskusi tentang situasi pendidikan di Indonesia<br />
- Musik: Akar Grandsamble (<em>strings and percussion</em>)</p>
<p><strong>Waktu</strong><strong></strong><br />
Sabtu, 4 Mei 2013, pukul 19:00 WIB – 21:00 WIB</p>
<p><strong>Tempat</strong><strong></strong><br />
Kedai Lentera, Jl. Sawo Manila No. 10 Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan</p>
<p><strong>Pembicara</strong><strong></strong><br />
Tengku Muhammad Dhani Iqbal (Lentera Timur), Jimmy Paat (Sekolah Tanpa Batas), Saneri (Sanggar Anak Akar)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Narahubung</strong><br />
Ken (0813.857.11047)<br />
Nisa (0856.8877.612)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/4-mei-2013-jakarta-diskusi-buku-dari-akar-kami-tumbuh-praktik-terbaik-pendidikan-alternatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>14 April 2013, Jakarta – Diskusi Buku “Penjual Kenangan”</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/14-april-2013-jakarta-diskusi-buku-penjual-kenangan/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/14-april-2013-jakarta-diskusi-buku-penjual-kenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Apr 2013 15:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kedai lentera]]></category>
		<category><![CDATA[Penjual Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sunu Wasono]]></category>
		<category><![CDATA[Widyawati Oktavia]]></category>
		<category><![CDATA[Windy Ariestanty]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenteratimur.com/?p=7033</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi buku "Penjual Kenangan": Minggu (14/4), pukul 15.00 WIB - 17.00 WIB, Kedai Lentera, Jl. Sawo Manila No. 10, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7034" class="wp-caption alignleft" style="width: 195px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2013/04/Penjual-Kenangan.jpg"><img class=" wp-image-7034" title="Penjual Kenangan" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2013/04/Penjual-Kenangan.jpg" alt="" width="185" height="261" /></a><p class="wp-caption-text">Diskusi buku &#8220;Penjual Kenangan di Kedai Lentera.</p></div>
<p>Buku <em>Penjual Kenangan</em> akan didiskusikan pada:</p>
<p>Hari/Tanggal: Minggu, 14 April 2013<br />
Pukul: 15.00 WIB – 17.00 WIB<br />
Lokasi: Kedai Lentera, Jl. Sawo Manila No. 10, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan</p>
<p><strong>Pembicara:</strong><br />
Widyawati Oktavia<br />
penulis buku <em>Penjual Kenangan</em></p>
<p>Windy Ariestanty<br />
Pemimpin Redaksi GagasMedia, Koordinator Bukune, penulis <em>Life Traveler, The Journeys</em></p>
<p>Sunu Wasono<br />
Kritikus sastra, pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“mari duduk-sini, kita bicarakan kenangan, rindu, dan harapan yang menyisa”</em></p>
<p><em>&#8220;Jangan terlalu lama menimbang hati, ikuti arah angin, kau akan sampai di sini.</em><br />
<em>Ada suguhan lagu rindu, juga kudapan, teh hangat, dengan sesendok harapan dan senyuman.&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/14-april-2013-jakarta-diskusi-buku-penjual-kenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>22 Januari 2013, Jakarta – Layar Ujung Pekan &#8211; “Hotel Rwanda”</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/22-januari-2013-jakarta-layar-ujung-pekan-hotel-rwanda/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/22-januari-2013-jakarta-layar-ujung-pekan-hotel-rwanda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2013 05:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel Rwanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenteratimur.com/?p=6965</guid>
		<description><![CDATA[Layar Ujung Pekan: Pemutaran film “Hotel Rwanda” dan diskusi, Jumat, 22 Januari 2013, pukul 15.00 WIB – selesai. Lokasi: Kedai Lentera, Jl. Sawo Manila No. 10, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (dekat Universitas Nasional).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_6966" class="wp-caption alignleft" style="width: 315px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2013/02/Hotel-Rwanda.jpg"><img class=" wp-image-6966" title="Hotel Rwanda" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2013/02/Hotel-Rwanda.jpg" alt="" width="305" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">Hotel Rwanda.</p></div>
<p>“Hotel Rwanda” adalah sebuah film berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Kigali, Rwanda. Film yang lahir pada 2004 ini mengisahkan perseteruan antara dua faksi etnis, yakni antara Hutu dan Tutsi. Dari berbagai sumber, disebut-sebut bahwa konflik sipil tersebut membuat sekitar satu jiwa jiwa tewas.</p>
<p>Film ini menautkan dirinya dari sosok Paul Rusesabagina (Don Cheadle). Paul adalah seorang Hutu yang menjadi manajer di Hotels des Mille Collines – hotel yang sangat terkenal dalam konflik tersebut. Meski seorang Hutu, Paul berbeda dengan bangsanya. Dia memiliki banyak sahabat dan kerabat dari Hutu. Bahkan, istrinya, Tatiana, juga seorang Tutsi.</p>
<p>Saat konflik pecah dan berlarut-larut, Paul menampilkan diri sebagai seorang yang cerdik. Dia kerap bersiasat untuk menyelamatkan lingkungannya yang banyak berasal dari Tutsi dari kejaran Hutu. Sebab, Hutu yang bersenjata berniat menghabisi seluruh Tutsi.</p>
<p>Awal mula konflik ini adalah kecemburuan Hutu atas kehidupan yang terjadi di Rwanda. Selama dalam koloni Belgia, mereka yang mendapatkan posisi dan eksistensi adalah Tutsi. Belgia menempatkan Tutsi sebagai superior dengan memberinya kewenangan kekuasaan, sembari tak mengindahkan batas-batas perbedaan yang ada.</p>
<p>Saat dekolonisasi mulai bergema di Eropa, Belgia memberikan kekuasaan kepada Hutu. Sikap ini membuat Tutsi terkejut. Dan negara pun kemudian dikuasai oleh Hutu. Situasi ini pelan-pelan membuat Tutsi tersingkir dari Rwanda. Mereka pergi ke negara-negara tetangga. Pada 1990, dibentuklah Rwanda Patriotic Front (RPF), sebuah pasukan atau laskar bersenjata dari Tutsi yang bertujuan merebut kekuasaan dari Hutu yang selalu mendominasi Rwanda.</p>
<p>Pasukan Tutsi kemudian menyerang Rwanda dan mendesak pemerintah yang berkuasa untuk mengakomodir bangsanya dalam pemerintahan. Pada 1993, Presiden Rwanda yang berasal dari faksi Hutu, Juvenal Habyarimana, bersikap lunak. Dia ingin memberikan posisi kepada Tutsi, demi meraih perdamaian, karena bagaimanapun mereka bagian dari Rwanda. Rwanda Patriotic Front. Namun, faksi Hutu menolak kebijakan presiden.</p>
<p>Pada 6 April 1994, presiden tewas. Pesawat yang ditumpanginya ditembak. Polemik pun muncul mengenai faksi mana yang bertindak sebagai pelaku. Tapi siapapun pelakunya, kematian ini membuka kesempatan bagi Hutu untuk melancarkan pembantaian besar-besaran kepada Tutsi. Hal ini dipermudah karena saat Hutu berkuasa, kartu identitas mereka yang berasal dari Tutsi memang ditandai dengan nama etnisnya.</p>
<p>Jalan-jalan mulai diblokir, rumah-rumah penduduk mulai diperiksa. Mereka mencari Tutsi dan membunuh mereka jika ditemukan.</p>
<p>Perserikatan Bangsa-Bangsa pun akhirnya mulai melibatkan diri. Akan tetapi, perlindungan dari pasukan yang terdiri dari orang-orang putih Eropa ini tak selamanya mulus. Ada kalanya mereka tak menyelamatkan seluruh Tutsy yang berlindung di hotel tempat Paul bekerja.</p>
<p>Di sinilah Paul memainkan perannya yang penting. Sebagai seorang Hutu, dia dapat berkomunikasi dengan sesame bangsanya, demi menjaga keselamatan orang-orang Tutsy yang berada di hotelnya. Dia memainkan peran di antara kekuatan-kekuatan yang ada, seperti pemerintahan militer Hutu dan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa.</p>
<p>Untuk itu, dengan takzim LenteraTimur.com mengundang rekan-rekan untuk turut hadir menyaksikan dan membincangkan narasi film ini pada:</p>
<p>Hari/Tanggal: Jumat/22 Januari 2013<br />
Pukul: 15.00 WIB &#8211; selesai<br />
Tempat: Kedai Lentera, Jl. Sawo Manila No. 10, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.</p>
<p>Usai diskusi, akan diadakan semacam tukar-cerita-ringan yang bertaut pada film &#8220;Hotel Rwanda&#8221; dan multikulturalisme dengan dipandu oleh Wenri Wanhar, penulis buku <a href="http://www.lenteratimur.com/hikayat-negara-depok/" target="_blank"><em>Gedoran Depok</em></a>.</p>
<p>Semoga berkenan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tabik</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/22-januari-2013-jakarta-layar-ujung-pekan-hotel-rwanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>27 Desember 2012, Banda Aceh – Haul Sultan Iskandar Muda ke-376</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/27-desember-2012-banda-aceh-haul-sultan-iskandar-muda-ke-376/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/27-desember-2012-banda-aceh-haul-sultan-iskandar-muda-ke-376/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2012 09:12:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Darussalam]]></category>
		<category><![CDATA[Haul]]></category>
		<category><![CDATA[Kompleks Makam Sultan Iskandar Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Semenanjung Melayu]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Sikandar Muda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenteratimur.com/?p=6777</guid>
		<description><![CDATA[Haul Sultan Iskandar Muda dilaksanakan pada Kamis, 27 Desember 2012 M/13 Safar 1434 H, pukul 07.30 waktu Aceh, di Kompleks Makam Sultan Iskandar Muda (antara Meuligoe Gubernur Aceh dan Museum Aceh, Peuniti), Banda Aceh.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_6778" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/12/Makam-Sultan-Iskandar-Muda.jpg"><img class="size-full wp-image-6778" title="Makam Sultan Iskandar Muda" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/12/Makam-Sultan-Iskandar-Muda.jpg" alt="" width="550" height="395" /></a><p class="wp-caption-text">Makam Sultan Iskandar Muda.</p></div>
<p>13 organisasi kebudayaan menggelar samadiyah (tahlilan) untuk Sultan Iskandar Muda. Samadiyah ini dilakukan untuk memperingati Haul Sultan Iskandar Muda ke-376 (1636-2012).</p>
<p>Kegiatan ini diselenggarakan pada:</p>
<p><strong>Hari/Tanggal:</strong> Kamis, 27 Desember 2012 M/13 Safar 1434 H</p>
<p><strong>Lokasi:</strong> Kompleks Makam Sultan Iskandar Muda (antara Meuligoe Gubernur Aceh dan Museum Aceh, Peuniti), Banda Aceh</p>
<p><strong>Waktu:</strong> 07.30 waktu Aceh</p>
<p>Tiga belas organisasi kebudayaan dan sejarah Aceh yang melaksanakan acara tersebut adalah ISKADA Aceh, Institut Peradaban Aceh (IPA), Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT), Yayasan Bustanussalatin (YB), Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA), Lembaga Kajian  Sejarah dan Peradaban Aceh (LKSPA), Central Information Samudra Pasai Heritage (CISAH), Balai Sastra Samudra Pasai (BSSP), Yayasan Pusaka Nanggroe (YPN), Lembaga Budaya Saman (LBS), Rumoh Manuskrip Aceh (RMA), Majelis Sastra Hamzah Fansuri (MSHF), dan Himpunan Mahasiswa Sejarah FKIP Universitas Syiah Kuala.</p>
<p>Menurut Ketua Pelaksana, Haekal Afifa, haul Sultan Iskandar Muda ini merupakan kali keempat dilaksanakan. Dan kali ini, acara tersebut diperingati secara bersama oleh 13 lembaga kebudayaan dan sejarah yang ada di Aceh pada umumnya, khususnya Banda Aceh.</p>
<p>“Acara ini untuk mendorong Pemerintah Aceh menjadikan Haul Sultan Iskandar Muda sebagai agenda tetap tahunan pemerintah. Pemerintah harus peduli dengan nilai-nilai sejarah dan budaya di Aceh. Inilah hal yang membedakan kita dengan bangsa-bangsa yang biadab dan beradab, bagaimana seharusnya kita memperlakukan orang-orang besar yang berjasa bagi Aceh. Inilah ciri dari bangsa-bangsa berperadaban,” kata Haekal pada rapat panitia di balai Museum Aceh, Banda Aceh, Jumat (21/12).</p>
<p>Haekal meminta Pemerintah Aceh supaya menjadikan tanggal 26 dan 27 Desember sebagai Hari Libur Aceh (Hari Berkabung Aceh). Hal itu dilakukan untuk memberi penghormatan kepada korban smong/tsunami dan Sultan Aceh Darussalam.</p>
<p>“Ini tidak boleh tidak harus dilakukan” tegas Haekal yang juga pendiri Institut Peradaban Aceh.</p>
<p>Dalam siaran pers yang diterima LenteraTimur.com, Sultan Iskandar Muda disebutkan berhasil menyatukan seluruh wilayah semenanjung Melayu di bawah panji kebesaran Kerajaan Aceh Darussalam. Sultan juga telah berhasil menjalin hubungan diplomasi perdagangan dengan berbagai bangsa orang putih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/27-desember-2012-banda-aceh-haul-sultan-iskandar-muda-ke-376/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>26 – 29 November 2012, Sumbawa Barat – Pelatihan Jurnalistik “Menulis untuk Kesederajatan (V)</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/26-29-november-2012-sumbawa-barat-pelatihan-jurnalistik-menulis-untuk-kesederajatan-v/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/26-29-november-2012-sumbawa-barat-pelatihan-jurnalistik-menulis-untuk-kesederajatan-v/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2012 06:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Barat]]></category>
		<category><![CDATA[multikulturalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan jurnalistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenteratimur.com/?p=6655</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan Jurnalistik “Menulis untuk Kesederajatan” (V). Aula Hotel Andi Graha, Jl. Sutan Syahrir, Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. 26 – 29 November 2012]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Pelatihan Jurnalistik “Menulis untuk Kesederajatan” (V)</strong><br />
<strong>Aula Hotel Andi Graha</strong><br />
<strong>Jl. Sutan Syahrir, Taliwang, Sumbawa Barat</strong><br />
<strong>Nusa Tenggara Barat</strong><br />
<strong>26 – 29 November 2012</strong></p>
<div id="attachment_6656" class="wp-caption alignleft" style="width: 322px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/11/Poster-Sumbawa-Barat.jpg"><img class=" wp-image-6656" title="Sumbawa Barat" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/11/Poster-Sumbawa-Barat.jpg" alt="" width="312" height="477" /></a><p class="wp-caption-text">Pelatihan Jurnalistik “Menulis untuk Kesederajatan” (V).</p></div>
<p>Indonesia dibangun dari negeri-negeri atau komunitas-komunitas yang bergabung untuk satu mimpi baru: kemanusiaan dan kesederajatan. Konstruksi keindonesiaan menunjukkan bahwa masing-masing identitas sebetulnya memiliki hak dan peluang yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Namun, kesetaraan itu kemudian melenyap akibat hadirnya sentralisme di Indonesia.</p>
<p>Azan magrib yang disiarkan oleh stasiun televisi swasta secara luas dari satu titik ke seluruh titik adalah contoh termudah dalam mengendus masih kuatnya sentralisme di Indonesia. Azan itu mengindikasikan suatu pola pikir ihwal adanya penafikan atas adanya keberagaman. Padahal, sudahlah jelas bahwa matahari yang tenggelam diterima dengan waktu yang berbeda.</p>
<p>Paham sentralisme-unitaristik ini nyatanya juga turut mengaliri bilik-bilik redaksi media massa yang ada. Tak heran, wacana publik yang muncul melulu menyangkut kelompok tertentu, kawasan tertentu, kepentingan tertentu, dan perspektif tertentu, yang pada gilirannya membelit seluruh entitas. Dalam pandangan LenteraTimur.com, paham ini memberikan definisi yang cacat atas apa-apa yang penting dan layak untuk disampaikan ke publik. Atas dasar itu, LenteraTimur.com merasa perlu meretas sentralisme dengan gagasan tanding melalui medium media massa pula.</p>
<p>LenteraTimur.com menyelenggarakan sebuah pelatihan jurnalistik yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan kesadaran multikulturalisme, yakni sebuah paham yang mengamini prinsip “kau dan aku berbeda, namun kau dan aku setara”. Media massa, dalam pandangan LenteraTimur.com, semestinya dapat memberikan ruang perjumpaan pada tiap-tiap identitas yang berbeda dalam posisi yang sederajat dan kontekstual. Bebas dari dominasi langsung maupun tak langsung. Apa-apa yang disebut “nasional” semestinya bersifat “supra lokal”, yakni sesuatu yang berangkat dari bawah, dan bukan sebaliknya. Pun relasi antara lokal dan lokal yang semestinya “duduk sama rendah, berdiri sama tegak”.</p>
<p>Dengan pelatihan dan publikasi ini, gaya jurnalistik berbasis multikulturalisme pun dapat direplikasi dan dikembangkan oleh siapa pun, sesuai dengan napas khas masing-masing. Pada saat yang sama, media massa juga dapat menyadari kekuatan dan konteks wilayahnya tanpa harus tunduk pada perspektif yang dikeluarkan media massa lain. Dengan demikian, ia diharapkan dapat mempengaruhi kebijakan sosial-politik di level lokal dan supralokal, demi mengeliminir kebijakan-kebijakan diskrimatif.</p>
<p>Pelatihan ini memungkinkan peserta untuk dapat melakukan peliputan atau penulisan yang kemudian akan dipublikasikan di LenteraTimur.com melalui 12 (dua belas) rubrik yang ada. Rubrik-rubrik tersebut adalah <em>Jejak</em>(eksplorasi sejarah dan kebudayaan); Kasatmata (fenomena sosial-politik aktual berbasis sejarah dan kebudayaan);  <em>Jelajah</em> (catatan perjalanan ke kawasan-kawasan yang tak banyak diliput media dan atau dengan perspektif lokal); <em>Eksklusif</em> (dialog dengan tokoh inspiratif); <em>Nukilan</em> (resensi buku dan film); <em>Boga</em> (penelusuran kuliner yang ada di Indonesia); <em>Agenda</em> (jadwal kegiatan komunitas terkait isu sosial-kultural); <em>Lentera Anak </em>(ruang ekspresi keindonesiaan di mata anak); <em>Potret</em> (esai foto); <em>TV Lentera</em> (peliputan/dokumentasi audio visual); <em>Bernala</em> (opini); dan <em>Sastra</em> (puisi, cerpen, dan naskah drama bertema lokalitas dan marjinalitas).</p>
<p>Pelatihan ini terselenggara sepanjang tahun 2012 di lima kota di Indonesia, yakni Medan (Januari), Gorontalo (Maret), Tarakan (Juni), Padang (September), dan Sumbawa Barat (November).</p>
<p><strong>Siapa pelatihnya?</strong><br />
1. Wenri Wanhar<br />
Pria kelahiran Kerinci, Jambi, ini adalah anggota Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Pada Agustus 2008, dia melepaskan statusnya sebagai wartawan tetap dan memilih menjadi contributor di harian <em>Bisnis Indonesia</em>, Jakarta. Baginya, menulis panjang itu memuaskan. Dan semenjak itu, anak muda ini lebih senang menulis buku ketimbang mengirimkan berita. Alhasil, lahirlah buku pertamya “Gedoran Depok” pada 2011 yang bergaya reportase. Jika tak ada aral melintang, buku keduanya akan terbit pada Desember 2012 dengan judul “Perang Laut”.</p>
<p>2. TM. Dhani Iqbal<br />
Pria yang lahir di Medan, Sumatera Utara, ini kerap menulis sejumlah esai, feature, dan cerita pendek di sejumlah media massa, di antaranya Harian <em>Kompas</em> (Jakarta), <em>Media Indonesia</em> (Jakarta), <em>Sinar Harapan</em> (Jakarta), Majalah <em>Mata Air</em> (Jakarta), dan <em>Pantau Feature Agency</em>. Beberapa buku juga telah dihasilkannya, seperti novel <em>Sabda dari Persemayaman</em> (Grasindo, Jakarta), <em>Matinya Rating Televisi – Ilusi Sebuah Netralitas</em> (Yayasan Obor Indonesia), <em>Prahara Metodis</em>, dan <em>Jejak Kuliner Indonesia</em> (ed) (Perkumpulan Lentera Timur &amp; JNE). Dia melewati kariernya sebagai jurnalis di sejumlah media massa di Jakarta, baik cetak, televisi, dan online, dengan konsentrasi politik, hukum, dan kebudayaan. Kini dia menjadi ketua Perkumpulan Lentera Timur dan Pemimpin Redaksi <em>LenteraTimur.com</em>.</p>
<p>3. Fajar Riadi<br />
Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 1 April 1986. Lulus dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, pada 2011. Sejak 2007 sampai 2011 menjadi reporter di <em>Buletin Prasetya</em> Universitas Brawijaya dan pernah menjabat Redaktur Pelaksana untuk <em>Majalah Mimbar</em> di universitas yang sama. Pernah mengikuti kursus Jurnalisme Sastrawi yang diselenggarakan oleh Yayasan Pantau, Jakarta, pada 2011. Kini menjadi staf redaksi di <em>LenteraTimur.com</em>.</p>
<p><strong>Materi apa saja yang diberikan dalam pelatihan?</strong><br />
- “Berburu dan Meramu Cerita: Sebuah Pengantar” (Wenri Wanhar)<br />
- “Menulis di Atas Kaki Sendiri” (Fajar Riadi)<br />
- “Arah Angin Jurnalistik: Daur Ulang Watak dan Peran Teknologi” (TM. Dhani Iqbal)</p>
<p>Metode pelatihan yang memberi ruang besar pada diskusi ini terdiri atas perpaduan teori dan praktik. Peserta juga akan dibekali dengan sebentuk diskusi ihwal manajemen media massa.</p>
<p><strong>Siapa saja yang bisa mengikuti pelatihan ini?</strong><br />
Pelajar SMU, mahasiswa, jurnalis, penggiat komunitas, serta masyarakat umum.</p>
<p><strong>Apa saja yang didapat peserta?</strong><br />
Satu berkas modul pelatihan, konsumsi, dan sertifikat tanpa dipungut biaya.</p>
<p><strong>Dimana lokasi pelatihan?</strong><br />
Aula Hotel Andi Graha, Jl. Sutan Syahrir, Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat<strong>.</strong><strong></strong></p>
<p><strong>Kapan pelatihan dilakukan?</strong><br />
26 – 29 November 2012.</p>
<p><strong>Berapa jumlah maksimal peserta pelatihan?</strong><br />
Jumlah peserta terbatas, yakni hanya 40 orang pendaftar pertama.</p>
<p><strong>Bagaimana cara mendaftar pelatihan?</strong><br />
- Silakan unduh: <a style="text-align: center;" href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/11/Formulir-Pendaftaran-dan-Kesediaan.doc">Formulir Pendaftaran dan Kesediaan</a>, dan kirimkan kembali ke pelatihan@lenteratimur.com sebelum 25 November 2012.</p>
<p><strong>Siapa yang menyelenggarakan?</strong><br />
Pelatihan ini terselenggara dalam rangka program Cipta Media Bersama (Ford Foundation, Wikimedia Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen, dan ICT Watch). Perkumpulan Lentera Timur dengan gagasan “LenteraTimur.com – Menyigi Identitas Indonesia” terpilih sebagai penerima program hibah tersebut.</p>
<p style="text-align: center;">Dalam pelatihan ini, Perkumpulan Lentera Timur bekerjasama dengan:<br />
<strong>Himagri Universitas Cordova</strong> dan <strong>Korps HMI-Wati Sumbawa Barat.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/26-29-november-2012-sumbawa-barat-pelatihan-jurnalistik-menulis-untuk-kesederajatan-v/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>13 Oktober 2012, Jakarta – Putar Film “Warriors of the Rainbow: Seediq Bale”</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/13-oktober-2012-jakarta-putar-film-warriors-of-the-rainbow-seediq-bale/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/13-oktober-2012-jakarta-putar-film-warriors-of-the-rainbow-seediq-bale/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Oct 2012 13:49:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi film]]></category>
		<category><![CDATA[Keda Lentera]]></category>
		<category><![CDATA[Warriors of the Rainbow: Seediq Bale]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenteratimur.com/?p=6511</guid>
		<description><![CDATA[Pemutaran film “Warriors of the Rainbow: Seediq Bale”, Sabtu, 12 Oktober 2012, pukul 13.00 WIB – selesai. Lokasi: Kedai Lentera, Jl. Sawo Manila No. 10, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (dekat Universitas Nasional)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_6512" class="wp-caption alignleft" style="width: 278px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/10/Film-Warriors-of-the-Rainbow.jpg"><img class="size-full wp-image-6512" title="Film Warriors of the Rainbow" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/10/Film-Warriors-of-the-Rainbow.jpg" alt="" width="268" height="188" /></a><p class="wp-caption-text">Warriors of the Rainbow.</p></div>
<p>Di antara sekian banyak film yang menggambarkan pahitnya kisah pemusnahan etnis atau bangsa yang bertebaran di Hollywood, “Warriors of the Rainbow: Seediq Bale” menciptakan “gempa” tersendiri saat pemutaran perdananya pada “68th Venice Film Festival” di Italia.</p>
<p>Film besutan sutradara Wei Te-Sheng ini mencoba mengungkap sejarah orang-orang Seediq yang hidup di dataran yang kini bernama Taiwan. Selama pendudukan Jepang di tanah kaum Seediq pada akhir abad ke-19, sang pribumi terpaksa kehilangan budaya dan akar spiritual mereka.</p>
<p>Di masa itu, kaum lelaki Seediq menjadi buruh kasar di tanahnya sendiri. Mereka juga dilarang mentato wajahnya. Padahal, tato inilah yang dipercaya dapat mengubah diri mereka menjadi seorang “Bale Seediq” (manusia sejati). Jepang pun tak ketinggalan melakukan sekian rekayasa untuk membuat perempuan-perempuan Seediq meninggalkan pakaian identitasnya sendiri untuk kemudian berpakaian kimono, yang tak lain pakaian khas Jepang.</p>
<p>Pimpinan Seediq, Mona Rudao, adalah tokoh utama yang menjadi saksi atas represi yang dilakukan Jepang selama tiga puluh tahun di tanah kaum Seediq. Kelak, ia menjadi pimpinan utama bagi sejumlah puak pribumi untuk melancarkan perlawanan yang amat sengit.</p>
<p>Sinematografi yang apik, para pelakon yang memainkan peran-peran mereka dengan meyakinkan, penggunaan bahasa asli, serta dialog-dialog bernas yang mampu menangkap percakapan peradaban, membuat semangat perlawanan dari film ini tersampaikan dengan tajam.</p>
<p>Untuk itu, dengan takzim LenteraTimur.com mengundang rekan-rekan untuk turut menyaksikan dan membincangkan narasi identitas dalam film ini pada:</p>
<p>Hari/Tanggal: Sabtu/13 Oktober 2012<br />
Pukul: 13.00 WIB – selesai<br />
Tempat: Kedai Lentera, Jalan Sawo Manila No. 10, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (dekat Universitas Nasional)</p>
<p>Semoga berkenan.</p>
<p>Tabik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/13-oktober-2012-jakarta-putar-film-warriors-of-the-rainbow-seediq-bale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2 – 5 Oktober 2012, Yogyakarta &#8211; Pameran Seni Rupa &amp; Pentas Seni Tradisi Minangkabau &#8220;SPIRIT Us&#8221;</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/2-5-oktober-2012-yogyakarta-pameran-seni-rupa-pentas-seni-tradisi-minangkabau-spirit-us/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/2-5-oktober-2012-yogyakarta-pameran-seni-rupa-pentas-seni-tradisi-minangkabau-spirit-us/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Oct 2012 13:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Formmisi YK]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Mahasiswa Minang Institut Seni Indonesia Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[seni rupa minang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenteratimur.com/?p=6465</guid>
		<description><![CDATA[Pameran Seni Rupa &#038; Pentas Seni Tradisi Minangkabau “SPIRIT Us”, 2 - 5 Oktober 2012, ISI Yogyakarta.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_6466" class="wp-caption alignleft" style="width: 274px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/10/Seni-Rupa-Minang.jpg"><img class=" wp-image-6466" title="Seni Rupa Minang" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/10/Seni-Rupa-Minang.jpg" alt="" width="264" height="370" /></a><p class="wp-caption-text">Pameran Seni Rupa &amp; Pentas Seni Tradisi Minangkabau “SPIRIT Us”.</p></div>
<p>Forum Mahasiswa Minang Institut Seni Indonesia Yogyakarta (Formmisi YK) menggelar Pameran Seni Rupa &amp; Pentas Seni Tradisi Minangkabau “SPIRIT Us”.</p>
<p>Kegiatan ini akan diselenggarakan pada:</p>
<p>Hari/Tanggal: Selasa/2 Oktober 2012<br />
Waktu: 19.30 WIB<br />
Tempat: Gedung UPT Galeri ISI Yogyakarta, Jalan Parangtritis KM. 6,5, Sewon, Bantul</p>
<p>Dibuka oleh:<br />
Prof. Dr. Suminto Sayuti<br />
Dr. Suastiwi, M.Des</p>
<p>Kurator:<br />
Dio Pamola C, M.Sn</p>
<p>Spesial Menampilkan Pertunjukkan Kuliner<br />
~ RENDANG PADANG ~</p>
<p>Peserta:<br />
Mahasiswa Minang se-ISI Yogyakarta<br />
Seniman Minangkabau (alumni FORMMISI)<br />
Komunitas Seni: BERTULANG, SERUANG, TITIK LENYAP, DANGO UMA, SASENITALA, TANGAN REGET, SCULTURE, TITIK API.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/2-5-oktober-2012-yogyakarta-pameran-seni-rupa-pentas-seni-tradisi-minangkabau-spirit-us/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>30 September 2012, Jakarta – Bincang Buku “Fisika dalam Syair”</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/30-september-2012-jakarta-bincang-buku-fisika-dalam-syair/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/30-september-2012-jakarta-bincang-buku-fisika-dalam-syair/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2012 03:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[bedah buku]]></category>
		<category><![CDATA[bincang buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika dalam Syair]]></category>
		<category><![CDATA[kedai lentera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenteratimur.com/?p=6459</guid>
		<description><![CDATA[Bincang buku "Fisika dalam Syair": Minggu, 30 September 2012. Kedai Lentera, Jl. Sawo Manila No. 10, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 14.00 WIB - Selesai.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_6460" class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/09/Brosur-bedah-buku.jpg"><img class=" wp-image-6460" title="Fisika dalam Syair" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/09/Brosur-bedah-buku.jpg" alt="" width="220" height="310" /></a><p class="wp-caption-text">Bincang Buku &#8220;Fisika dalam Syair&#8221;.</p></div>
<p>Buku “Fisika dalam Syair” karya Darson menampilkan sisi lain dalam pengajaran fisika dengan pola yang lebih sederhana dan mudah. Ilmu eksakta yang menggunakan logika ketat diperjumpakan dengan ilmu sastra demi menjembatani kepedulian dan kepekaan siswa dan pembaca umum. Fisika dibingkai dalam syair.</p>
<p>Buku ini akan dibincangkan pada:</p>
<p>Hari/Tanggal: Minggu/30 September 3012<br />
Waktu: 14.00 WIB &#8211; selesai<br />
Lokasi: Kedai Lentera, Jl. Sawo Manila No. 10, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.</p>
<p>Pembicara: Handoko F. Zainsam dan TM. Dhani Iqbal<br />
Moderator: Martha Sinaga</p>
<p>Bincang buku yang diselenggarakan oleh Lingkar Anak Bumi ini diharapkan memberikan banyak masukan untuk mengembangkan dan mengawinkan berbagai disiplin ilmu dengan dunia literasi (sastra).</p>
<p>“Ini merupakan langkah yang bagus untuk perkembangan pola pendidikan di sekolah-sekolah,” kata Martha Sinaga, Ketua Umum Lingkar Anak Bumi.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang pembicara, Handoko F. Zainsam mengatakan bahwa dunia syair adalah dunia yang penuh estetika, rasa, dan tafsir. Sementara dunia fisika adalah dunia kepastian.</p>
<p>“Ini sangat menarik. Bagaimana pembaca harus memberikan makna pasti dalam membaca karya sastra. Sementara, dalam karya sastra makna itu bisa berkembang,” ujar Handoko.</p>
<p>Selepas bincang buku “Fisika dalam Syair”, diharapkan akan muncul beberapa karya lain yang memiliki napas yang sama, semisal biologi, geografi, akuntansi, atau ekonomi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/30-september-2012-jakarta-bincang-buku-fisika-dalam-syair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>18 – 21 September 2012, Padang – Pelatihan Jurnalistik “Menulis untuk Kesederajatan (IV)</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/18-21-september-2012-padang-pelatihan-jurnalistik-menulis-untuk-kesederajatan-iv/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/18-21-september-2012-padang-pelatihan-jurnalistik-menulis-untuk-kesederajatan-iv/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Sep 2012 16:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis untuk kesederajatan]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan jurnalistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenteratimur.com/?p=6397</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan Jurnalistik “Menulis untuk Kesederajatan” (IV), Universitas Andalas (UNAND), Ruang Studio Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai II, Limau Manih, Padang, Sumatera Barat. 18 – 21 September 2012.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Pelatihan Jurnalistik “Menulis untuk Kesederajatan” (IV)</strong><br />
<strong>Universitas Andalas (UNAND)</strong><br />
<strong>Ruang Studio Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai II</strong><br />
<strong>Limau Manih, Padang, Sumatera Barat</strong><br />
<strong>18 – 21 September 2012</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_6398" class="wp-caption alignleft" style="width: 324px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/09/Poster-Pelatihan.jpg"><img class=" wp-image-6398" title="IV" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/09/Poster-Pelatihan.jpg" alt="" width="314" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Pelatihan Jurnalistik &#8220;Menulis untuk Kesederajatan&#8221; (IV)</p></div>
<p>Indonesia dibangun dari negeri-negeri atau komunitas-komunitas yang bergabung untuk satu mimpi baru: kemanusiaan dan kesederajatan. Konstruksi keindonesiaan menunjukkan bahwa masing-masing identitas sebetulnya memiliki hak dan peluang yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Namun, kesetaraan itu kemudian melenyap akibat hadirnya sentralisme di Indonesia.</p>
<p>Azan magrib yang disiarkan oleh stasiun televisi swasta secara luas dari satu titik ke seluruh titik adalah contoh termudah dalam mengendus masih kuatnya sentralisme di Indonesia. Azan itu mengindikasikan suatu pola pikir ihwal adanya penafikan atas adanya keberagaman. Sebaliknya, sebetulnya ia justru menghendaki adanya keseragaman.</p>
<p>Paham sentralisme-unitaristik ini nyatanya juga turut mengaliri bilik-bilik redaksi media massa yang ada. Tak heran, wacana publik yang muncul melulu menyangkut kelompok tertentu, kawasan tertentu, kepentingan tertentu, dan perspektif tertentu. Dalam pandangan LenteraTimur.com, paham ini memberikan definisi yang cacat atas apa-apa yang penting dan layak untuk disampaikan ke publik. Atas dasar itu, LenteraTimur.com merasa perlu meretas sentralisme dengan gagasan tanding melalui medium media massa pula.</p>
<p>LenteraTimur.com menyelenggarakan sebuah pelatihan jurnalistik yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan kesadaran multikulturalisme, yakni sebuah paham yang mengamini prinsip “kau dan aku berbeda, namun kau dan aku setara”. Media massa, dalam pandangan LenteraTimur.com, semestinya dapat memberikan ruang perjumpaan pada tiap-tiap identitas yang berbeda dalam posisi yang sederajat dan kontekstual. Bebas dari dominasi langsung maupun tak langsung. Apa-apa yang disebut “nasional” semestinya bersifat “supra lokal”, yakni sesuatu yang berangkat dari bawah, dan bukan sebaliknya. Pun relasi antara lokal dan lokal yang semestinya “duduk sama rendah, berdiri sama tegak”.</p>
<p>Pelatihan ini memungkinkan peserta untuk dapat melakukan peliputan atau penulisan yang kemudian akan dipublikasikan di LenteraTimur.com melalui 12 (dua belas) rubrik yang ada. Rubrik-rubrik tersebut adalah <em>Jejak</em>(eksplorasi sejarah dan kebudayaan); Kasatmata (fenomena sosial-politik aktual berbasis sejarah dan kebudayaan); <em>Jelajah</em> (catatan perjalanan ke kawasan-kawasan yang tak banyak diliput media dan atau dengan perspektif lokal); <em>Eksklusif</em> (dialog dengan tokoh inspiratif); <em>Nukilan</em> (resensi buku dan film); <em>Boga</em> (penelusuran kuliner yang ada di Indonesia); <em>Agenda</em> (jadwal kegiatan komunitas terkait isu sosial-kultural); <em>Lentera Anak</em><em> </em>(ruang ekspresi keindonesiaan di mata anak); <em>Potret</em> (esai foto); <em>TV Lentera</em> (peliputan/dokumentasi audio-visual); <em>Bernala</em> (opini); dan <em>Sastra</em> (puisi, cerpen, dan naskah drama bertema lokalitas dan marjinalitas).</p>
<p>Dengan pelatihan dan publikasi ini, gagasan jurnalisme berbasis multikulturalisme diharapkan dapat memperkuat posisi dan napas kekhasan berdasarkan konteks masing-masing. Pada saat yang sama, media massa juga dapat menyadari kekuatan dan konteks wilayahnya tanpa harus tunduk pada perspektif yang dikeluarkan media massa berklaim nasional. Dengan demikian, perspektif dari pihak-pihak yang selama ini termarjinalkan dapat turut mempengaruhi kebijakan sosial-politik di level lokal dan supralokal, sehingga kebijakan diskrimatif pun dapat terhindarkan atau diminimalisir.</p>
<p>Pelatihan ini direncanakan untuk terselenggara sepanjang tahun 2012 di lima kota di Indonesia, yakni Medan (Januari), Gorontalo (Maret), Tarakan (Juni), Padang (September), dan Ternate (November).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Siapa pelatihnya?</strong><br />
1. <a href="http://www.lenteratimur.com/author/martin-aleida" target="_blank">Martin Aleida</a><br />
Sastrawan yang lahir di Tanjung Balai, Sumatera Utara, pada 1943 ini pernah menempuh studi linguistik di Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat. Pria yang juga pernah menjadi jurnalis di sejumlah media massa ini, di antaranya Majalah <em>Tempo</em>, Jakarta, pernah bekerja di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kini, penulis sejumlah buku ini aktif sebagai anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta periode 2009 – 2012 dan menjadi Penasihat Perkumpulan lentera Timur. Di <em>LenteraTimur.com</em>, dia menjadi Redaktur Senior yang juga secara khusus menggawangi rubrik Sastra.</p>
<p>2. <a href="http://www.lenteratimur.com/author/tm-dhani-iqbal" target="_blank">TM. Dhani Iqbal</a><br />
Pria yang lahir di Medan, Sumatera Utara, ini kerap menulis sejumlah esai, feature, dan cerita pendek di sejumlah media massa, di antaranya Harian <em>Kompas</em> (Jakarta), <em>Media Indonesia</em> (Jakarta), <em>Sinar Harapan</em><em> </em>(Jakarta), Majalah <em>Mata Air</em> (Jakarta), <em>Majalah Tapian</em> (Jakarta), dan <em>Pantau Feature Agency</em>. Beberapa buku juga telah dihasilkannya, seperti novel <em>Sabda dari Persemayaman</em> (Grasindo, Jakarta), <em>Matinya Rating Televisi – Ilusi Sebuah Netralitas</em> (Yayasan Obor Indonesia), <em>Prahara Metodis</em>, dan <em>Jejak Kuliner Indonesia</em> (ed) (Perkumpulan Lentera Timur &amp; JNE). Dia melewati kariernya sebagai jurnalis di sejumlah media massa di Jakarta, baik cetak, televisi, dan online, dengan konsentrasi politik, hukum, dan kebudayaan. Kini dia menjadi ketua Perkumpulan Lentera Timur dan Pemimpin Redaksi <em>LenteraTimur.com</em>.</p>
<p>3. <a href="http://www.lenteratimur.com/author/arif-budiman" target="_blank">Arif Budiman</a><br />
Lahir di Minangkabau, Sumatera Barat. Saat ini dia beraktivitas sebagai mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, dan pernah bekerja sebagai reporter dan turut menjadi penulis buku <em>Jejak Kuliner Indonesia</em> (Perkumpulan Lentera Timur &amp; JNE, 2010). Kini dia menjadi staf redaksi sekaligus desainer LenteraTimur.com.</p>
<p><strong>Materi apa saja yang diberikan dalam pelatihan?</strong><br />
- “Memberi Makna Pada Sebuah Nasib” (Martin Aleida)<br />
- “Arah Angin Jurnalistik” &amp;  “Narasi yang Tak Pernah Tunggal” (TM. Dhani Iqbal)<br />
- “Menulis di Atas Kaki Sendiri” (Arif Budiman)</p>
<p>Metode pelatihan yang memberi ruang besar pada diskusi ini terdiri atas perpaduan teori dan praktik. Peserta juga akan dibekali dengan sebentuk diskusi ihwal manajemen media massa.</p>
<p><strong>Siapa saja yang bisa mengikuti pelatihan ini?</strong><br />
Pelajar SMU, mahasiswa, jurnalis, penggiat komunitas, serta masyarakat umum.</p>
<p><strong>Apa saja yang didapat peserta?</strong><br />
Satu berkas modul pelatihan, konsumsi, dan sertifikat tanpa dipungut biaya.</p>
<p><strong>Dimana lokasi pelatihan?</strong><br />
Universitas Andalas (UNAND), <strong>Ruang Studio Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai II, Limau Manih, Padang, Sumatera Barat.</strong></p>
<p><strong>Kapan pelatihan dilakukan?</strong><br />
18 – 21 September 2012.</p>
<p><strong>Berapa jumlah maksimal peserta pelatihan?</strong><br />
Jumlah peserta terbatas, yakni hanya 40 orang pendaftar pertama.</p>
<p><strong>Bagaimana cara mendaftar pelatihan?</strong><br />
- Silakan unduh <strong><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/09/Formulir-Pendaftaran-dan-Kesediaan.doc">Formulir Pendaftaran dan Kesediaan</a></strong> dan kirimkan kembali ke pelatihan@lenteratimur.com sebelum tanggal 17 September 2012.<br />
- Kirimkan karya tulis, baik yang pernah atau belum dipublikasikan ke pelatihan@lenteratimur.com sebelum tanggal 14 September 2012.<br />
<strong>Siapa yang menyelenggarakan?</strong><br />
Pelatihan ini terselenggara dalam rangka program Cipta Media Bersama (Ford Foundation, Wikimedia Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen, dan ICT Watch). Perkumpulan Lentera Timur dengan gagasan “LenteraTimur.com – Menyigi Identitas Indonesia” terpilih sebagai penerima program hibah tersebut.</p>
<p>Dalam pelatihan ini, Perkumpulan Lentera Timur bekerjasama dengan:</p>
<div id="attachment_6399" class="wp-caption aligncenter" style="width: 300px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/09/Genta-Andalas.jpg"><img class=" wp-image-6399" title="Genta Andalas" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/09/Genta-Andalas.jpg" alt="" width="290" height="64" /></a><p class="wp-caption-text">Genta Andalas</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/18-21-september-2012-padang-pelatihan-jurnalistik-menulis-untuk-kesederajatan-iv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Agustus 2012, Jakarta &#8211; Bincang Buku &#8220;Perjalanan ke Atap Dunia&#8221;</title>
		<link>http://www.lenteratimur.com/10-agustus-2012-jakarta-bincang-buku-perjalanan-ke-atap-dunia/</link>
		<comments>http://www.lenteratimur.com/10-agustus-2012-jakarta-bincang-buku-perjalanan-ke-atap-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2012 08:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Daniel Mahendra]]></category>
		<category><![CDATA[Gol A Gong]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan ke Atap Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan ke tibet]]></category>
		<category><![CDATA[travel writer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenteratimur.com/?p=6247</guid>
		<description><![CDATA[Buku "Perjalanan ke Atap Dunia" karya Daniel Mahendra akan dibincangkan pada 10 Agustus 2012, pukul 15.00 WIB - buka puasa, di Kedai Lentera, Jalan Sawo Manila No. 10, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_6248" class="wp-caption alignleft" style="width: 179px"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/08/Buku-Perjalanan-ke-Atap-Dunia.jpg"><img class=" wp-image-6248" title="Buku Perjalanan ke Atap Dunia" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2012/08/Buku-Perjalanan-ke-Atap-Dunia.jpg" alt="" width="169" height="264" /></a><p class="wp-caption-text">Buku &#8220;Perjalanan ke Atap Dunia&#8221; karya Daniel Mahendra.</p></div>
<p>“Begitu banyak petualang, <em>traveler</em> atau <em>backpacker</em>, tapi sedikit sekali yang sembari melakukan pekerjaan menulis. Seperti adagium W. Somerset Maugham, “Kalau ingin menjadi pengarang, pergilah ke tempat yang jauh, atau merantaulah ke negeri orang. Lalu tulislah pengalaman-pengalaman yang didapat.” Begitulah Daniel. Ketika seorang penulis melakukan perjalanan, dia tidak sekadar melihat, tapi justru banyak menemukan peristiwa untuk ditulisnya. Dia selalu akan menempuh jalur-jalur yang tidak umum dilalui traveler lain. Cara berpikirnya pasti “<em>out of the box</em>”!</p>
<p>Begitu tulis Gol A Gong dalam pengantarnya untuk buku <em>Perjalanan ke Atap Dunia</em> karya Daniel Mahendra. Gol A Gong adalah penulis novel, travel writer, juga pendiri “Rumah Dunia” di Banten.</p>
<p>Melakukan perjalanan memang tidak sekadar naik bus, pesawat, kereta api, <em>check in</em> di hotel mewah, hotel kelas melati, atau <em>dormitory bed</em>, dan <em>nge-net</em> di sebuah kafe yang memberikan layanan internet gratis. Tidak hanya itu. Pasti selalu ada capaian-capaian kecil di dalamnya. Karena seorang pejalan yang selalu menuliskan perjalanannya tentu memiliki kepekaan terhadap sekelilingnya. Dia akan membaca dirinya juga. Dia akan selalu bercermin pada segala peristiwa. Dia melihat, menemukan, menimbang, dan kemudian memutuskan. Perjalanan itu ibarat sebuah cara untuk menemukan jati dirinya.</p>
<p>Buku “Perjalanan ke Atap Dunia” akan dibincangkan pada:</p>
<p>Hari/Tanggal: Jumat/10 Agustus 2012<br />
Pukul: 15:00 WIB &#8211; buka puasa<br />
Lokasi: Kedai Lentera, Jl. Sawo Manila No. 10, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.<br />
Pembicara: Martin Aleida, Lalu Abdul Fatah, dan Daniel Mahendra</p>
<p>Untuk berbuka puasa, disediakan teh tarik dan roti cane kare dengan percuma.</p>
<p>Salam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Narahubung:<br />
Ken Miryam Vivekananda Fadlil<br />
<a href="mailto:ken@lenteratimur.com" target="_blank">ken@lenteratimur.com</a><br />
0813.8571.1047</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenteratimur.com/10-agustus-2012-jakarta-bincang-buku-perjalanan-ke-atap-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
