Home » Author Archive
Stories written by TM. Dhani Iqbal
TM. Dhani Iqbal lahir di Medan, Sumatera Utara. Ia menulis sejumlah esai, feature, dan cerpen, diantaranya di Harian Kompas, Harian Media Indonesia, Harian Sore Sinar Harapan, Pantau Feature Agency, Majalah Mata Air, dan Majalah Tapian. Ia juga menulis buku, diantaranya, "Sabda Dari Persemayaman" (novel) dan "Matinya Rating Televisi - Ilusi Sebuah Netralitas". Melewati karir jurnalistiknya di beberapa media berklaim nasional, baik cetak, televisi, dan online, di Jakarta, dengan konsentrasi sosial-politik. Kini ia berjibaku di media LenteraTimur.com.

Institut Peradaban Aceh: Hapuskan Hari Kartini

Institut Peradaban Aceh meminta pemerintah pusat untuk menghapus atau mencabut Hari Kartini secara nasional karena melanggar prinsip keberagaman.

Politik (dalam) Identitas, Sebuah Catatan Akhir Tahun

Bisa dipahami mengapa semboyan ‘persatuan dan kesatuan’, dua konsep yang menurutnya berbeda, semakin nyaring dikumandangkan. Dan konsep Bhinneka Tunggal Ika kian tinggal menjadi hiasan di lambang Garuda Pancasila.

Asosiasi Keuchik Aceh Dukung Bendera dan Wali Nanggroe Sebagai Qanun Kekhususan

”Yang ingin kita dorong adalah kekhususan Aceh harus dipenuhi. Sebaiknya sebelum SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) turun dari presiden.”

Indonesia dan Australia Mengapungkan Nasib “Anak-anak Perahu”

“Sekarang saya takut air. Selama tiga hari tiga malam, tanpa air dan makanan. Kami terus-menerus memanjat ke tempat lebih tinggi saat pelan-pelan perahu tenggelam.”

Ketika Kapal Perang Menjadi Alat Transportasi Tambang

“Tugas kapal perang yang seharusnya menjaga dan mengawasi perairan laut Indonesia, justru beralih menjadi perusahaan transportasi laut.”

Festival Ningkam Haumeni: “Kami Tidak Menjual Apa yang Tidak Kami Buat”

“Ini semacam kritik kepada negara, yang tidak pernah punya daftar pangan lokal dan masih mengendepankan beras sentris sebagai kebijakan pertaniannya. Selalu ada pilihan di atas permukaan bumi ini.”

Dari Timur Banua Borneo

“Paling banyak itu dari Jawa Timur dan Solo… maksudnya Solowesi.”

Pancasila Ditafsir, Bumiputra Diusir?

Satu ideologi, bagaimanapun, adalah satu pihak, satu golongan.

29 Mei 2012, Berserentak Menolak Tambang

Hari Anti Tambang menyerukan penghentian seluruh operasi tambang di dunia takat sektor-sektor publik menjamin keselamatan dan keamanan rakyat, produktivitas dan daya pulih rakyat, serta keberlanjutan fungsi-fungsi layanan alam.

“Sumatra, Peristiwa Selanjutnya”

Mengapa mereka tidak berperang dengan orang-orang Belanda dan Inggris, seperti yang terjadi di Jawa? Orang-orang telah menantikan hal ini dari mereka dan tidak mengerti mengapa hal itu tidak terjadi.

Radio Lentera Timur

Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
Winamp Windows Media Player iTunes VLC BlackBerry Real One Android iPhone

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License. Lentera Timur.