Stories written by Ken Miryam Vivekananda FadlilKen Miryam Vivekananda Fadlil adalah mantan pengajar di Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Kebudayaan Universitas Indonesia. Kini, pemerhati kearifan lokal untuk pendidikan anak usia dini ini menjadi staf redaksi LenteraTimur.com di Jakarta sekaligus ketua divisi pendidikan Perkumpulan Lentera Timur.
Posted by Ken Miryam Vivekananda Fadlil
Featured, Kasatmata
Friday, March 11th, 2011
“Selama ekspedisi ini, kami tidak pernah menemui satu orang pejabat pun. Menurut kami, petani dan nelayan adalah sumber berita, bukan pejabat… Ruh perjalanan ini adalah jurnalisme, to give voice to the voiceless.”
Posted by Ken Miryam Vivekananda Fadlil
Featured, Kasatmata
Wednesday, March 9th, 2011
“Dari dulu, tanah Maluku kaya karena rempah-rempah… tak pernah kaya karena tambang. Tapi mengapa tanah kami harus ditambang?”
Posted by Ken Miryam Vivekananda Fadlil
Featured, Nukilan, Pustaka
Monday, February 28th, 2011
“… lambang sedih tentang betapa tak bisa dipertemukannya masa lampau Melayu dengan masa depan Indonesia.”
Posted by Ken Miryam Vivekananda Fadlil
Featured, Jejak
Wednesday, January 26th, 2011
Dialog antara KRMH Woerjaningrat dengan Perdana Menteri Syahrir menghasilkan pengambilalihan pemerintahan Daerah Istimewa Surakarta untuk sementara oleh pemerintah pusat. Jika situasi sudah aman, pemerintahan akan dikembalikan lagi ke tangan kerajaan.
Posted by Ken Miryam Vivekananda Fadlil
Featured, Kasatmata
Wednesday, January 5th, 2011
“Kita lupa, warga Sidoarjo lupa, bahkan Presiden pun ikut lupa. Semoga ke depan, kita mendapatkan pemimpin yang tidak mudah lupa dengan penderitaan rakyat,” kata Sholahudin Wahid.
Posted by Ken Miryam Vivekananda Fadlil
Eksklusif
Monday, December 13th, 2010
Bagaimana cara supaya orang Indonesia tak jadi pelaut lagi? Jadikan dia petani. Suruh dia menanam tanaman yang bisa dijual penjajah di Eropa. Jadi yang menjajah mereka, yang menanam kita, tapi yang menguasai laut mereka.
Posted by Ken Miryam Vivekananda Fadlil
Featured, Kasatmata
Saturday, December 11th, 2010
“Jika memang benar di lokasi tersebut ada anak-anak yatim piatu, serahkan saja kepada FPI. Kami sangat-sangat siap untuk menerimanya. Kami akan membina mereka agar kembali ke jalan Allah.”
Posted by Ken Miryam Vivekananda Fadlil
Featured, Kasatmata
Thursday, December 9th, 2010
Sebuah panti asuhan di Tasikmalaya, Jawa Barat, dikunci dari luar secara paksa oleh aparatur negara. Di dalamnya ada anak-anak yatim piatu tak mampu. Setelah dikunci, panti tersebut juga hendak dibakar oleh kelompok Front Pembela Islam.
Posted by Ken Miryam Vivekananda Fadlil
Featured, Kasatmata
Friday, December 3rd, 2010
Pembongkaran yang dilakukan polisi tersebut dimaksudkan agar hasil tambang berupa mangan sebanyak 20 ribu ton dapat kembali dikirim ke luar negeri melalui kapal laut.
Posted by Ken Miryam Vivekananda Fadlil
Featured, Jejak
Saturday, November 27th, 2010
Kini merebak konflik pertanahan secara terbuka karena perilaku “anggom le anggom lau”, yang berarti ‘ambil sana-sini’.