Memartabatkan Kembali Hukum Adat
Featured, Jejak Thursday, October 18th, 2012“Apakah sentralisme hukum akibat dari pilihan bentuk negara? Secara tegas saya katakan, ya. Sentralisme hukum adalah konsekuensi logis dari bentuk negara yang kita pilih.”
“Apakah sentralisme hukum akibat dari pilihan bentuk negara? Secara tegas saya katakan, ya. Sentralisme hukum adalah konsekuensi logis dari bentuk negara yang kita pilih.”
Warga yang dibekap gelap ini hanya bisa menyaksikan cahaya benderang dari lubang-lubang tambang yang terus dikeruk selama 24 jam.
Samsul meninggalkan Eti tanpa pesan setelah Eti mengabarkan kehamilannya.
Presiden ganti presiden, kondisi rakyat tetap sama. Saya pikir, kita harus berani memandang lebih jauh. Barangkali masalah mendasar bukan sekedar ganti supir.
“Siapa yang bisa jamin Papua akan merdeka atau Indonesia ini masih akan ada dua puluh tahun ke depan? Jadi mari, kita dialog dulu.”
Kepentingan nasib ribuan kerani industri televisi bersiaran nasional beserta pengusahanya atau penguatan dan keadilan bagi identitas-identitas yang menyangga sebuah negeri raksasa bernama Indonesia?
Surat terbuka Koalisi Independen untuk Demokratisasi Penyiaran (KIDP) kepada Presiden Republik Indonesia.
Status sosial yang tinggi akan selalu diiringi oleh kewajiban dengan konsekuensi risiko yang tak kalah tinggi.
“Pendidikan macam apa yang kalian cita-citakan? Saya tidak bangga kalau cucu saya cerdas di kepala tapi tidak cerdas di dalam hati.”
Kebudayaan lokal adalah basis solusi penanganan konflik untuk melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.
Lentera Timur.