Stories written by Ester PandianganEster Pandiangan adalah seorang jurnalis yang lahir di Batuphat, Lhokseumawe, Aceh, pada 2 Juni 1986. Ia pernah bekerja di salah satu harian, pun majalah gaya hidup, di Medan. Sejak hijrah dari Medan ke Jakarta pada Maret 2012, ia menjadi jurnalis di salah satu majalah perempuan.
Posted by Ester Pandiangan
Boga, Featured
Saturday, January 26th, 2013
Menurut yang sudah pernah mencoba level ‘pedas mampus’, rasanya memang benar-benar bikin mampus! Tak ada lagi enaknya. Yang ada cuma rasa pedas yang amat sangat. Macam menggelegak.
Posted by Ester Pandiangan
Boga, Featured
Friday, December 21st, 2012
Tan Ek Tjoan menggunakan tiga buah simbol sebagai logo tokonya, yakni gandum, terompet, dan mahkota. Masing-masing memiliki makna.
Posted by Ester Pandiangan
Featured, Potret
Sunday, September 2nd, 2012
Di sini ada patung tanpa kepala yang memegang kemaluannya. Ini adalah perwujudan bahwasanya jika si laki-laki tidak bisa melakukan tanggung-jawab tersebut, sudah selayaknyalah dia tidak menikah dan “menyenangkan dirinya sendiri”.
Posted by Ester Pandiangan
Featured, Jelajah
Friday, July 20th, 2012
Hanya dua hal yang mendorong saya ingin mengunjungi Surabaya, yakni melihat lumpur Lapindo, yang lokasinya tak jauh dari Surabaya, dan kawasan lampu merah Dolly.