Home Sastra Sajak-Sajak Okky Tirto
2

Sajak-Sajak Okky Tirto

29
2
Okky Tirto

Persatean Indonesia

Dipotong sama dadu
Diiris titah nasib segaris
Ditusuk- tusuk sama banyak
Dijejer-jejer sama panjang

Dibakar di atas kobar kibar
Dipanggang dari punggung ke pinggang
Keringat bercucur
Menetes harap berbarengan

Kita dipaksa sama
Sama-sama dipaksa
Satu irama saja
Sekali masa

Kini asap pembaharuan
Kian mengepul abu-abu
Kepul kepal jadi satu
Sama-sama dipaksa sama
Sekali lagi

Asyik tuan mengipas bara
Hirup aroma pembangunan gaya baru
Kami sudah lebih dari matang
Dipanggang sejarah

 

 

 

Nokturno

Pertunjukan dimulai
Bersamaan waktu
Antusiasme kuasa meraung- raung

Hikayat tanah koloni
Dipentaskan

Tanpa lampu gemerlap
Kolosal
Meski sonder latar cenotaph

Menjijikkan bagiku
Menyaksikan
Adegan penyiksaan
Atas sekumpulan orang
Tanpa nama

Oleh sepasukan
Nisan bertopi baja
Juga tanpa nama

Sungguh sebuah kisah malam
Di sela pekat jelaga zaman
Serupa nyanyian malam
Sekumpulan burung hantu
Bersiul di selaksa harap
Meski gelap

 

Februari 2011

 

 

 

Kapak 363

Tok, tok, tok!!!
Bukan tanda salam sapa
Tamu datang hampiri kita

Tok, tok, tok!!!
Bukan pula isyarat
Harap-harap pengemis penat

Tok, tok, tok!!!
Hei… penghuni kitab-kitab tebal…
Ada apa dengan dirimu..??
Kemana sirna bunyimu..??

Tok, tok, tok!!!
Tiga ketukan sakti
Sudahi harapan hati
Pintu tawar menawar
Seolah terkunci mati

Tok, tok, tok!!!
Irama palu tuan-tuan
Tetapkan takdir kaum papa
Penjinjing harap sebelah tangan

Tok, tok, tok!!!
Kapak 363
Tebang nama-nama
Pilih rupa pilih kasta
Harusnya kau digenggam orang buta

Tok, tok, tok!!!
Bisu seketika
Entah apa
Kebingungan sesaki kepala- kepala

Tok, tok, tok!!!
Tak selamanya
Bunyi itu wakili
Denting pedang dua mata

 

 

 

Lanjutkan

“lanjutkan!”, katamu
“lanjutkan!”, katanya
“lanjutkan!”, kata mereka
“apanya?”, kataku

apa hendak dilanjut
di tengah nasib kian sengkarut
apa mau dilanjut
di antara gulungan hari semrawut
apa guna dilanjut
kala perut rakyat merengut

mengapa terus memamah aksara
ketika kata kehilangan makna
apa guna kunyah bahasa
jika nasi enggan diajak bicara

 

 

 

Batu Bata Buta
(kepada santri yang diserang saat maulid Nabi)

Dering kabar memecah hening
Hari kedua belas
Bulan di mana jasad suci dilahirkan
Bunyi itu antarkan pesan
Tentang saudara di lumbung pengetahuan

Kabar berbicara
sekelompok pencari cahaya
Diterjang Batu bata
Dari lemparan akal-akal buta

Dilemparinya kami
Entah kenapa
Dilemparinya kami karena berbeda
Kata kabar itu

Dilemparinya batu buta
Dari hati sekeras bata
Dilemparinya para pencari
Di dalam terang cahaya
Yang hendak dirampas para pencuri

Baca-bacakanlah
Suratku

Kepada sekumpulan batu
Yang beterbangan menembus ruang waktu

Bahwa mereka tak salah
Sebab batu
Karena batu
Buta

Suratku kepada batu
Adalah surat pengampunan
Alamat pemakluman
Jabat tangan pengertian

Tapi tidak pada hati yang membatu
Hati yang buta dari tangan para pelempar batu
Batu buta kumaklumi
Hati batu kulaknati

Kebatuan hatimu
Kebutaan akalmu
Melaknati dirimu
Menistai kesucian hari di mana datuk dari para datuk di lahirkan untuk kebaikanmu

 

 

 

Syair untuk Penyair
*Kepada Taufiq Ismail

Pak,
Kau kuhormati
Sejajar karya terbaikmu

Tapi tanpa hantu
Di balik kopiahmu
Yang tak kutemui
Di antara lilitan sorban
Penyair Matsnawi

Pak,
Menyimpan dendam
Hanya merongrong hati
Dan kurasa kau tahu itu

Pak,
Jika pun
Prasangkamu
Sepuitis rima
Baiknya kau simpan
Dalam hening saku celana

Pak,
Waktu asar hampir habis
Tak lama lagi maghribmu tiba
Lekaslah
Bergegas akrabi wudhu
Istinja dendam di ujung lisan
Lalu basuh purbasangka
Pada mata kalam
Sebersih-bersihnya
Sejernih sajak
Tentang masjid yang kau cari

Pak,
Aku menghormatimu
Tanpa hantu
Yang kau peranakkan
Di kepala-kepala

(29)

Okky Tirto Okky Tirto adalah peminat kajian sejarah dan kebudayaan. Ia berdomisili di Jakarta.

Comments with Facebook

Comment(2)

  1. salam,
    thanks apresiasinya.. senang diapresiasi saudara..

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. …Pak,//Waktu asar hampir habis//Tak lama lagi maghribmu tiba…

    I see what you did there :))

    Sedap sekali semua sajaknya. Senang bisa membaca karya Saudara. Salam.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 5.0/5 (2 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *