Home Geopolitik Wartawan Pasar Modal: Tidak Ada Konflik Kepentingan
0

Wartawan Pasar Modal: Tidak Ada Konflik Kepentingan

20
0
Bursa Efek Indonesia. Foto: Blogspot.

Forum Wartawan Pasar Modal di Jakarta membantah terlibat dalam transaksi saham PT. Krakatau Steel. Forum justru menduga bahwa yang terjadi adalah penyuapan dari Konsultan Public Relation Krakatau Steel kepada wartawan.

Dalam pernyataan sikapnya, Forum Wartawan Pasar Modal menolak semua tuduhan yang berkembang belakangan ini. Mereka juga mempertanyakan pemberitaan Tempointeraktif.com yang berjudul “Gerombolan Wartawan Diduga Peras Saham KS”. Alih-alih meminta saham, Forum justru mengatakan bahwa Direktur Utama Kitacomm, yang menjadi Konsultan Public Relation (PR) PT. Krakatau Steel, Henny Lestari-lah yang menawari wartawan untuk membeli saham perdana Krakatau Steel dengan kompensasi pemberitaan positif.

Selain tidak pernah meminta saham, Forum juga membantah tidak ada permintaan uang sebesar Rp. 400 juta untuk melakukan peredaman pemberitaan negatif terkait penawaran saham perdana PT. Krakatau Steel. Meskipun Indro Bagus Satrio Utomo sudah mengundurkan diri dari Detik.com dan mengakui keterlibatannya sebagai pedagang saham (lihat Saham dan Jurnalis Tak Berpaham), Forum menganggap tidak ada konflik kepentingan yang terjadi dan tidak ada pelanggaran kode etik.

Berikut adalah pernyataan sikap dan tuntutan yang ditandatangani oleh Ketua Forum Wartawan Pasar Modal, Budi Suyanto, Selasa (23/11).

PERNYATAAN SIKAP

1. Membantah pemberitaan media massa tentang wartawan yang meminta, memeras manajemen PT Krakatau Steel Tbk dan Penjamin Emisi untuk mendapat jatah saham. Pemberitaan tersebut adalah berita bohong yang sangat menyesatkan dan membunuh karakter wartawan Pasar Modal, terutama empat wartawan yang disebut-sebut.

2. Membantah Tidak ada Permintaan Jatah Saham PT KS sebesar 1.500 lot sebagaimana dilaporkan ke Dewan Pers dan AJI. Dimana fakta yang terjadi adalah wartawan ditawari oleh Henny Lestari, Direktur Utama Kitacomm (Konsultan PR IPO PT KS) untuk membeli saham perdana KS dengan kompensasi wartawan harus membuat berita positif mengenai IPO PT KS. Patut diduga tindakan Henny adalah upaya penyuapan.

3. Menyatakan tidak ada eksekusi baik dalam bentuk pembelian dan penerimaan saham PT KS sebesar 1.500 lot seperti yang dilaporkan ke AJI dan Dewan Pers. Untuk itu kami meminta pelapor membuktikan tuduhannya bahwa wartawan pasar modal meminta atau memperoleh saham PT KS sebesar 1500 lot.

4. Membantah Tidak Ada permintaan uang senilai Rp 400 juta kepada penjamin emisi untuk meredam berita-berita negatif seputar IPO PT KS.

5. Membantah Tidak ada conflict of interest dan menolak tuding an pelanggaran etika jurnalistik dalam pemberitaan mengenai IPO PT KS. Pemberitaan yang dibuat wartawan Pasar Modal maupun empat wartawan yang dituding melakukan pemerasan, semuanya dibuat secara proposional sesuai prinsip-prinsip jurnalistik.

6. Mempertanyakan adanya pemberitaan mengenai “Gerombolan Wartawan Diduga Peras Saham KS” yang muncul 17 November 2010 setelah IPO PT KS sudah selesai dan sahamnya telah diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 November 2010. Jika pelapor merasa diperas wartawan Pasar Modal, mengapa tidak langsung melaporkan kepada otoritas Pasar Modal dan institusi PERS (AJI dan Dewan Pers) bahkan pimpinan media dari wartawan yang bersangkutan, juga pihak kepolisian saat terjadi pemerasan dimaksud. Ada apa dibalik pemberitaan tersebut?

7. Mempertanyakan kredibilitas dan independensi Dewan Pers dan AJI sebagai intitusi pers dan jurnalis yang membuat pernyataan tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada wartawan yang dilaporkan, apalagi laporan yang diterima bersifat lisan/informal. Padahal Dewan Pers dan AJI katanya menjunjung etika jurnalistik yang antara lain mengutamakan prinsip cover both side dan berimbang.

Untuk itu, kami atas nama Forum Wartawan Pasar Modal menuntut :

1. Dewan Pers dan AJI dalam mengeluarkan pernyataan untuk publikasi hendaknya tetap memegang teguh prinsip-prinsip dan kode etik jurnalistik serta jangan terkesan mengadu domba sesama insan pers.

Mengingat fungsi Dewan Pers seperti yang diatur dalam UU No 40/1999 tentang Pers pasal 15 yaitu ;

a. melakukan pengkajian untuk pengembangan kehidupan pers;
b. menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik;
c. memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers;
d. mengembangkan komunikasi antara pers, masyarakat, dan pemerintah;
e. memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan;
f. mendata perusahaan pers;

2. Pelapor membuktikan tuduhan yang disampaikan ke Dewan Pers dan AJI bahwa sekelompok wartawan memeras dan mengancam untuk mendapat jatah saham IPO PT KS dan meminta uang untuk meredam berita-berita negatif mengenai IPO PT KS.Bila pelapor tidak dapat membuktikan tuduhannya, pelapor harus mencabut laporannya dari Dewan Pers dan AJI serta harus memulihkan nama baik wartawan Pasar Modal dan empat wartawan yang disebutk-sebut, melalui permintaan maaf di media masa.

3. Secara khusus kepada Anggota Dewan Pers Wina Armada, Ketua AJI Jakarta Wahyu Dhyatmika, dan Sekretaris AJI Jakarta Umar Idris untuk tidak memberi pernyataan yang menghakimi dan sepihak tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu.

4. Untuk IPO BUMN selanjutnya diharapkan agar menggunakan jasa PR Consultant yang professional dan memiliki kredibilitas.

5. Agar dugaan kejanggalan dalam proses IPO KS diusut secara tuntas dan transparan. Agar tudingan adanya pemerasan yang dilakukan wartawan untuk memperoleh saham perdana PT KS tidak hanya menjadi pengalihan isu dan menutupi persoalan IPO KS yang sebenarnya.

Jakarta, 23 November 2010

Salam Hormat

Budi Suyanto
Ketua Forum Wartawan Pasar Modal

(20)

TM. Dhani Iqbal TM. Dhani Iqbal lahir di Medan, Sumatera Utara. Menulis sejumlah esai, feature, dan cerpen di sejumlah media massa, juga beberapa buku: "Sabda Dari Persemayaman" (novel), "Matinya Rating Televisi - Ilusi Sebuah Netralitas", dan "Prahara Metodis". Melewati karir jurnalistik di beberapa media massa berklaim nasional, baik cetak, televisi, dan online, di Jakarta, dengan konsentrasi sosial, politik, dan kultur. Kini berjibaku di media LenteraTimur.com.

Comments with Facebook

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *