Home Potret Horor di Lawang Sewu
13

Horor di Lawang Sewu

46
13

Lawang Sewu berarti “pintu seribu”. Demikianlah masyarakat setempat menjuluki gedung berpintu banyak yang terletak di salah satu sisi Bunderan Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, ini.

Berdiri sejak 1907, bangunan ini tampak megah dan indah menjelang malam. Namun dibalik kemegahannya, tersimpan cerita seram dari sejarah yang kelam. Menurut penuturan sang penjaga, sekaligus pemandu lepas yang rela dibayar ala kadarnya, ruangan besar di lantai tiga, yang dihiasi besi baja sebagai penyangga, pernah dipakai sebagai tempat pembantaian orang-orang Indonesia semasa pendudukan Jepang.

Karena keangkerannya, gedung ini sering dijadikan lokasi pembuatan film beraroma mistik. Sebagai bangunan tua bersejarah, Lawang Sewu juga kerap dikunjungi orang dari berbagai daerah. Inilah destinasi wisata horor yang memuat sejarah kekejaman Jepang.

(46)

Dede Murdy Dede Murdy, yang punya nama asli Murdiyatno, tidak pernah menempuh studi khusus di bidang jurnalistik. Awalnya ia hanya suka membaca suratkabar dan majalah, sampai akhirnya bekerja di media. Saat ini ia bekerja di Sriwijaya Inflight Magazine sebagai penulis. Ia punya hobi memotret dan traveling.

Comments with Facebook

Comment(13)

  1. Lebih “MENYERAMKAN”… kalau gedung ini berubah jadi MALL…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Bener loh bagus2 sekali saya suka gambar dan cerita yang begini yang banyak mengandung sejarah… Kalau ada lagi boleh deh, he..he.. trims.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Wah, bagus sekali. TERIMAKASIH BANYAK.
    Trus apa yang bisa dilakukan untuk renovasi mungkin ya? Bagaimana Pemda? Atau siapa pemiliknya – agar gedung indah ini terurus? Sayang sekali kalo dibiarkan saja. Bagaimana nih Pemda Prov. Jateng? Terutama Dinas Purbakalanya (ada ga?).
    Mestinya juga sekalian inventarisasi gedung-2 karya arsitek masa lalu di mana saja di Indonesia. Enak saja ya ngomongnya, trus duit dari mana? Lah daripada dikorupsi kan sebaiknya untuk makan orang banyak termasuk makanan rohani dengan memelihara karya-2 artistik seperti ini (tak hanya gedung sih). Salam kenal dan salam hijau lestari, mas Dewa. Please keep in touch ya? Ning Purnomohadi

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Wow menakjubkan mau serem banget emang ya jadi pengen berkunjung neh……….????????????

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. Salam,

    Bahwa ada HOROR di gedung LAWANG SEWU atau gedung NIS yaitu gedung Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda di Semarang, sudah perlu DITERTIBKAN. Sama dengan pemelintiran sejarah tentang persinggahan laksama CHENG HO di Semarang. Padahal waktu Cheng Ho pada waktu itu melakukan perjalanan, yang ada adalah Kerajaan Majapahit. Karena kota Semarang BELUM ada. Yang di DARATKAN adalah salah seorang jurumudi (Dampo Awang) salah satu jurumudi dari 300 buah kapalnya, yang menderita sakit untuk dirawat disalah satu gowa di Simongan. Jadi bukan Chen Ho sendiri dan ia tidak pernah mendarat di Semarang. Kalaupun dia mendarat adalah disalah satu pelabuhan Kerajaan Majapahit, atau untuk mengambil perbekalan, bukan di Semarang yang waktu itu masih pantai dan hutan tanpa penghuni.

    Kembali kepada gedung Lawang Sewu, pembantaian yang dilakukan KENPEITAI Jepang adalah di lapangan depan kantor Kenpeitai yang sekarang terletak monumen Tugu Muda. Dalam PERTEMPURAN LIMA HARI, 15 orang pemuda yang ditangkap Jepang, diikat (digapit/dijepit) dengan bambu di dada dan punggung, masing-masing satu baris terdiri dari 5 orang sehingga terdapat 3 baris.

    Menurut TRADISI PERANG para samurai Jepang, musuh yang tertangkap harus DIPENGGAL kepalanya. Maka 3 orang algojo dengan samurainya ditugaskan untuk SEKALI PENGGAL harus dapat menebas 5 batang leher. Dan itu dilakukan, tetapi setelah kepala para pemuda dipenggal maka barisan tersebut lalu AMBRUK dan pemuda yang TERAKHIR tidak tertebas lehernya dan JATUH/RUNTUH berlumuran darah. Tiga pemuda itu dengan berlumuran darah pura-pura mati dan berdiam diri. Pada waktu itu bisa dimengerti bahwa situasinya sangat tegang, bahkan bagi orang Jepang sendiri melihat banyak darah melimpah dan kepala bergelimpangan. Para Kenpeitai yang terkenal kejam itu, lalu meninggalkan tempat dan 3 orang pemuda setelah dapat melepaskan diri kemudian lari ke bawah jembatan dan masuk sungai Kalisari untuk selanjutnya menyelamatkan diri. Salah satu dari pemuda itu bernama WARKAM MURTIHARSOJO, salah seorang pemuda yang menumpang (in dekost) dirumah orang tua saya dan beberapa waktu yang lalu masih hidup sehingga bisa diminta konfirmasinya.

    Sedangkan kejadian di HALAMAN gedung Lawang Sewu yang dijaga oleh BARISAN PEMUDA KERETA API. Mereka diserang oleh tentara Jepang yang ingin merebut gedung itu, dan semua pemudanya ditembak mati, kecuali yang bersembunyi di salah satu menaranya. Ia bertahan selama 5 hari, tidak makan maupun minum. Para pemuda yang mati tertembak, yang berasal dari daerah dan tidak mempunyai sanak famili di Semarang oleh rakyat dikubur di halaman gedung. Sedangkan seorang anggota Barisan Pemuda K.A. yaitu adik ayah saya yang bernama SOEJOTO (telegrafis setasiun Tawang), diambil oleh keluarganya yang berumah di kampung BULU dan dikebumikan di Taman Pahlawan Semarang. Adapun kuburan dari beberapa orang pemuda, yang dikubur di halaman gedung, baru beberapa tahun yang lalu diketemukan.

    Wasalam,
    Wal Suparmo

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. Lawang Sewu yang kini dikelola PT. KAI semakin seru dikunjungi malam hari…. Hayo siapa yang berani?…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. Foto-foto yang bagus, mudah-mudahan seperti kenyataannya dan kita semua dapat merawat dan memeliharanya dengan baik atas peninggalan bersejarah seperti ini.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. Saya suka wisataloka ini. Salut. Foto-fotonya bagus-bagus. Saya di Ambon. Di sini banyak juga rumah-rumah yang angker-angker. Salam.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. Wah Mas Dedenya berani juga neh. Hebat… Emang bener yah di sana ada hantunya?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. Keren liputannya, fotonya kurang banyak.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *