Home Lentera Timur Channel Tatung, Kedamaian di Tanah Seribu Kelenteng

Tatung, Kedamaian di Tanah Seribu Kelenteng

15
4

Perayaan Cap Goh Meh di Singkawang, Kalimantan Barat, biasanya ditandai dengan arak-arakan para Tatung menuju vihara atau kelenteng. Perayaan ini dipercaya telah berlangsung turun temurun sejak 200 tahun yang lalu.

Dalam dunia spiritual dan ilmu pengobatan etnis Tionghoa, Tatung atau Louya, diartikan sebagai “orang pintar”. Selama arak-arakan menuju vihara, para Tatung berada di atas tandu, yang beralaskan pedang tajam atau paku tajam seraya memamerkan kekebalan tubuh mereka.

Para Tatung ini menjadikan tubuh dan jiwa mereka seibarat medium atau perantara untuk berkomunikasi dengan roh leluhur atau para dewa. Dengan menggunakan Mantra dan Mudra tertentu, roh dewa dipanggil ke muka altar untuk kemudian akan memasuki raga para Tatung.

Pemanggilan para Dewa atau roh leluhur ini biasa dilakukan dengan alasan-alasan dan kepentingan tertentu, misalnya untuk melakukan kegiatan pengobatan atau meminta nasehat yang dipandang perlu.

Sebagai wujud eksistensi terhadap perayaan Cap Go Meh, mereka diharuskan mengumpulkan dana dari satu rumah ke rumah lainnya. Tentu saja mereka yang bertugas mendatangi tiap-tiap rumah akan menutup tubuh mereka dengan kostum naga.

Salah seorang penduduk lokal yang tampak dalam trailer video ini bernama Ajung. Dia adalah seorang Tatung, demikian pula kelima anaknya. Mereka adalah gambaran dari keluarga sederhana yang percaya bahwa menjadi Tatung adalah takdir hidup yang harus mereka tempuh.

(15)

Welldy Handoko Latar belakang pendidikan D3 Bina Sarana Informatika kelulusan tahun 2005. Sekarang melanjutkan S1 di Fakultas Komunikasi Mercubuana. Prestasi yang pernah diraih : Best Editing dalam Festival Dokumenter Eagle Award Metro TV dengan judul film "DI ATAS REL MATI" Film terbaik dalam festival film konfiden Judul film "Di Atas Rel Mati" Favorit Jury communal dalam festival film Dokumenter Jogya Nominasi FFI tahun 2007 dengan judul film "Di atas Rel Mati" Screaning festival film Konfiden Dengan judul film "Langkah Kaki" Nominasi Best Documentary pada ABU/CASBAA/Unicef Child Rights Award 2007 Film yang Pernah Dibuat Dokumenter Langkah kaki Sebagai DOP Diatas Rel Mati sebagai Director Yang tersisa Di pulau Intan Sebagai Director dan DOP Serial Dokumenter Astro TV ( lenggak – lenggok Jakarta, Jagad Bali, Pelangi Islami) Sebagai Editor. Saatnya Saya Becerita (biografi Ibnu Sutowo) sebagai Editor TATUNG “kedamaian di tanah Seribu Klenteng” Sebagai Director dan Kameraman Pesan Manis Danau Sentarum sebagai Director dan DOP The Beuty Of Bukit Baka Raya sebagai Director

Comments with Facebook

Comment(4)

  1. Wow… Amazing… Where? Di mana ini asalnya?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Kalau para Louya itu meniupkan terompet katanya para arwah dari kuburan berdatangan mengikuti para Louya menuju kelenteng diberi makan sesajen… Ihhh sereeemmm….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Yayayayah…… Terimakasih kepada yang pencipta, kami masih dapat merasakan adanya kebudayaan yang bertahan.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *